Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / gadget / Saham Broadcom Meroket, Apple...
GADGET

Saham Broadcom Meroket, Apple Sepakati Kontrak Rp 488 Triliun

Ilustrasi kerja sama komponen cip kustom antara Broadcom dan Apple

Ilustrasi kerja sama komponen cip kustom antara Broadcom dan Apple

Saham produsen cip terkemuka, Broadcom, kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan namun diiringi volatilitas tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data pasar, saham Broadcom telah melonjak hingga 649 persen sejak awal tahun 2023, meskipun sempat mengalami koreksi minimal 10 persen sebanyak sembilan kali dan sempat anjlok 41 persen pada awal 2025.

Banyak pihak menilai volatilitas ini dipicu oleh ketidakpastian adopsi kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Namun, dari pantauan redaksi, Broadcom membuktikan bahwa lini bisnis konvensional mereka masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar di luar ekosistem AI.

Kabar baik datang langsung dari CEO Apple, Tim Cook, yang mengumumkan kesepakatan bernilai fantastis dengan Broadcom. Apple resmi menjalin kerja sama multi-tahun senilai USD 30 miliar atau sekitar Rp 488 triliun untuk pengembangan komponen silikon kustom dan teknologi konektivitas nirkabel mutakhir.

Menurut rilis resmi perusahaan, kerja sama ini mencakup komitmen untuk memproduksi lebih dari 15 miliar cip di Amerika Serikat. Selain itu, investasi ini juga melibatkan perluasan dan modernisasi fasilitas produksi Broadcom yang berlokasi di Fort Collins, Colorado, senilai USD 1,5 miliar.

Komponen yang diproduksi oleh Broadcom nantinya akan mendukung sistem transmisi data nirkabel pada jajaran produk Apple. Ini mencakup sinyal radio untuk data 5G, komunikasi suara, Wi-Fi, navigasi GPS, hingga konektivitas Bluetooth.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), Broadcom akan membantu Apple dalam mengembangkan dan memasok serangkaian produk silikon ASIC (application-specific integrated circuits) kustom. Komitmen jangka panjang ini direncanakan akan terus berjalan untuk beberapa generasi produk Apple hingga tahun 2031.

Dari pengamatan tim redaksi, performa keuangan Broadcom sendiri tetap solid di kuartal kedua tahun fiskal 2026 dengan mencetak rekor pendapatan USD 22,2 miliar, naik 48 persen secara tahunan (YoY). Menariknya, pendapatan dari cip terkait kecerdasan buatan justru menyumbang kurang dari setengah dari total pendapatan keseluruhan.

Manajemen Broadcom memproyeksikan pertumbuhan perusahaan akan semakin terakselerasi pada kuartal ketiga dengan target pendapatan mencapai USD 29,4 miliar, melonjak hampir 84 persen. Hal ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap cip AI kustom mereka, yang disebut XPU, dari raksasa teknologi lain seperti Alphabet, Anthropic, dan Meta Platforms.

Meskipun permintaan pasar akan teknologi kecerdasan buatan sangat masif, kontrak jangka panjang dengan Apple ini menegaskan keunggulan bisnis nirkabel tradisional Broadcom. Dengan valuasi rasio PEG sebesar 0,54 yang mengindikasikan saham "undervalued", para analis Wall Street menilai Broadcom memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat cerah.

// TOPICS
#broadcom #apple #tim_cook #saham_avgo #teknologi_cip #investasi_saham #pasar_modal
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.