Hampir semua pemilik rumah memiliki satu kesamaan, yaitu keterbatasan ruang. Ketergantungan yang tinggi pada barang elektronik untuk hiburan dan kenyamanan sehari-hari sering kali membuat seseorang tetap menyimpan produk teknologi lama, seperti headphone dan konsol game, dengan alasan "berjaga-jaga" meski sudah membeli penggantinya. Namun, demi rumah yang rapi dan bersih, sudah saatnya untuk menyingkirkan barang elektronik usang tersebut atau memberikannya kepada orang yang benar-benar membutuhkan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan Jonathan Sayers di bgr.com, memang sulit untuk berpisah dengan gawai yang masih berfungsi. Beberapa perangkat lama sebenarnya bisa digunakan kembali untuk fungsi lain, bahkan ada pemanfaatan teknologi lama untuk smart home yang bisa membuat ruang tinggal terasa lebih modern dengan biaya rendah. Namun secara realistis, sebagian besar perangkat yang sudah kedaluwarsa tidak sepadan dengan usaha penyimpanannya, terutama lima jenis teknologi berdebu berikut ini.
Perangkat pertama adalah tablet dan eReader usang. Mengingat ukurannya, tablet lebih disukai daripada ponsel pintar untuk urusan pekerjaan, bermain game, dan menonton TV. Namun, perangkat ini kurang portabel dibandingkan ponsel pintar sehingga jarang dibawa ke mana-mana dan berakhir menjadi pengumpul debu. Dari pantauan redaksi, tablet lama sangat bagus untuk didonasikan karena banyak orang yang membutuhkan akses teknologi ini. Pastikan untuk melakukan factory reset guna menghapus data sensitif sebelum memberikannya kepada orang lain.
Perangkat kedua adalah konsol game lama. Penggemar game sering kali memiliki ikatan nostalgia yang kuat dengan teknologi retro. Namun, pemilik rumah harus bertanya pada diri sendiri apakah mereka benar-benar akan memainkan konsol lama itu lagi. Jika jawabannya tidak, sebaiknya segera keluarkan dari rumah. Konsol game memiliki nilai jual kembali yang sangat baik. Sistem retro sangat diincar oleh kolektor, dan perangkat keras yang baru dirilis seperti PlayStation 5 atau Xbox Series X juga laku keras dengan harga tinggi karena adanya kenaikan harga konsol generasi saat ini.
Selanjutnya, barang ketiga yang harus disingkirkan adalah tumpukan kabel yang tidak terpakai. Hampir di setiap rumah terdapat laci yang penuh dengan kabel USB, HDMI, Ethernet, dan kabel daya yang kusut. Menurut pengamatan tim redaksi, menimbun kabel adalah contoh nyata dari kebiasaan menyimpan barang "just in case". Faktanya, sebagian besar elektronik baru sudah dilengkapi dengan kabel terbaik dan paling mutakhir. Oleh karena itu, kabel-kabel lama yang berdebu ini sebaiknya langsung dibuang saja.
Perangkat keempat dan kelima yang perlu diperhatikan adalah perangkat smart home yang sudah usang atau tidak didukung lagi. Asisten suara digital, termostat otomatis, dan colokan pintar bisa kedaluwarsa karena keterbatasan teknologi atau penghentian dukungan pabrikan. Laporan dari Federal Trade Commission menemukan bahwa hingga 89 persen perangkat pintar tidak menyertakan pengungkapan mengenai berapa lama produk akan menerima pembaruan perangkat lunak.
Jika ingin ekosistem rumah pintar beroperasi dengan efisiensi maksimum, pemilik rumah harus memperbaruinya secara berkala. Untuk perangkat lama yang jarang digunakan seperti speaker pintar Echo, kamera keamanan Ring, atau Fire TV Sticks, Amazon memiliki sistem tukar tambah teknologi. Program ini menerima berbagai macam gawai dan sering kali memberikan promosi khusus, sehingga pemilik rumah bisa mendapatkan nilai ekonomis daripada sekadar membuangnya ke tempat sampah.