Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Gila-gilaan, SpaceX Elon Musk...
AI

Gila-gilaan, SpaceX Elon Musk Kucurkan Rp 125 Triliun demi AI

Peluncuran roket SpaceX Elon Musk dan ilustrasi pengembangan teknologi AI

Peluncuran roket SpaceX Elon Musk dan ilustrasi pengembangan teknologi AI

Perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX, dilaporkan telah menggelontorkan dana investasi yang sangat fantastis untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026, SpaceX tercatat menghabiskan anggaran sebesar USD 7,7 miliar atau setara Rp 125,3 triliun hanya untuk membangun infrastruktur AI. Anggaran masif ini memakan porsi lebih dari tiga perempat dari total anggaran belanja modal perusahaan yang mencapai USD 10,1 miliar pada periode tersebut.

Dari pantauan redaksi, manuver berani ini memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat pasar modal dan investor. Pasalnya, alokasi dana untuk divisi AI ini jauh melampaui lini bisnis utama SpaceX lainnya. Lini bisnis roket dan operasi peluncuran luar angkasa tercatat hanya menghabiskan anggaran sekitar USD 1,1 miliar, sementara layanan internet satelit Starlink menghabiskan USD 1,3 billion pada kuartal lalu.

Menurut data internal perusahaan, segmen AI di dalam SpaceX ini pada dasarnya merupakan xAI, perusahaan rintisan kecerdasan buatan milik Elon Musk yang resmi diakuisisi oleh SpaceX pada Februari lalu. Pengembangan xAI terbukti memakan biaya yang sangat mahal, di mana segmen AI ini mencatatkan kerugian sekitar USD 6 miliar sepanjang tahun 2025 dan kembali merugi USD 2,5 miliar pada kuartal pertama 2026 saja.

Pembengkakan biaya ini langsung berdampak buruk pada performa finansial kuartalan perusahaan. SpaceX membukukan rugi operasional sebesar USD 1,9 miliar di atas pendapatan kuartal pertama yang mencapai USD 4,7 miliar. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, meskipun SpaceX masih menghasilkan EBITDA disesuaikan yang positif sebesar USD 1,1 miliar, kerugian per saham justru membengkak tajam menjadi USD 1,27 dari yang sebelumnya hanya USD 0,18 pada periode yang sama tahun lalu.

Bagi para pendukung Elon Musk, langkah ini dinilai strategis karena komputasi saat ini menjadi sumber daya yang sangat langka di industri AI global. Elon Musk sengaja berpacu dengan waktu untuk membangun salah satu klaster komputasi terbesar di dunia, baik untuk melatih model-model AI milik xAI maupun untuk menyewakan kapasitas komputasi tersebut kepada perusahaan lain.

Namun dari sudut pandang skeptis, pengeluaran jumbo ini dianggap sebagai peringatan bahaya yang nyata bagi kesehatan keuangan perusahaan. Menghabiskan dana sebesar USD 7,7 miliar dalam satu kuartal di saat bisnis masih merosot tajam dinilai sangat berisiko, terlebih perangkat keras AI memiliki siklus usang yang sangat cepat dan tidak ada jaminan investasi ini akan balik modal sebelum teknologi generasi berikutnya lahir.

Berdasarkan pergerakan pasar di bursa Nasdaq, saham SpaceX (SPCX) kini mulai direspons secara hati-hati oleh para pelaku pasar. Setelah resmi melantai melalui IPO yang sukses menghimpun dana USD 85,7 miliar dan sempat menyentuh harga tertinggi USD 225 per saham, kini harga sahamnya terkoreksi kembali ke kisaran USD 142 per saham meskipun baru saja masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 bulan ini.

Dengan kapitalisasi pasar yang menembus USD 2 triliun, SpaceX kini resmi bertengger sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Rekam jejak Elon Musk dalam membangun bisnis yang awalnya mustahil memang patut diakui, namun tantangan SpaceX untuk membuktikan peta jalan menuju profitabilitas di sektor AI kini menjadi pertaruhan terbesar di abad ini.

// TOPICS
#spacex #elon_musk #xai #saham_spcx #kecerdasan_buatan #starlink #teknologi
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.