Hanya berselang beberapa minggu setelah melakukan penawaran umum perdana (IPO), Space Exploration Technologies atau yang lebih dikenal sebagai SpaceX langsung menggebrak pasar dengan mengumumkan aksi korporasi besar. Perusahaan eksplorasi luar angkasa dan kecerdasan buatan (AI) yang didirikan oleh Elon Musk ini memperkuat ekspansinya di sektor AI dengan berencana mengakuisisi Anysphere, pengembang platform pengodean AI bernama Cursor.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari pergerakan pasar modal, nilai transaksi akuisisi ini mencapai angka fantastis sebesar 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp978 triliun dengan skema pembayaran saham penuh (all-stock deal). Pengumuman ini sempat membuat saham SpaceX (SPCX) mengalami koreksi minor, sebelum akhirnya perlahan mulai menunjukkan sinyal pemulihan di bursa efek NASDAQ.
Menurut laporan dari The Motley Fool, SpaceX sebenarnya berada dalam posisi yang mengharuskan mereka mengambil langkah ini. Berdasarkan klausul opsi yang disepakati pada April lalu sebelum perusahaan melantai di bursa, SpaceX wajib membeli Anysphere senilai 60 miliar dolar AS atau membayar denda pemutusan kontrak sebesar 1,5 miliar dolar AS ditambah penyediaan sumber daya komputasi senilai 8,5 giga dolar AS.
Meskipun nilai akuisisi ini terlihat sangat besar, pengamatan tim redaksi menilai dampaknya terhadap dilusi saham bagi investor lama tergolong sangat kecil, yaitu kurang dari 3 persen. Hal ini dikarenakan valuasi total SpaceX yang saat ini sudah menembus angka lebih dari 2 triliun dolar AS, sehingga penerbitan sekitar 365,9 juta lembar saham baru pada estimasi harga 164 dolar AS per saham tidak akan terlalu mengganggu struktur modal.
Berdasarkan rencana perusahaan, setelah proses akuisisi selesai pada akhir tahun ini, SpaceX akan langsung mengintegrasikan keunggulan teknologi Cursor ke dalam ekosistem platform xAI milik mereka sendiri. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu mendongkrak posisi xAI agar lebih kompetitif dalam bersaing melawan kompetitor raksasa seperti Claude besutan Anthropic maupun ChatGPT milik OpenAI.
Namun, dari pantauan redaksi, dampak positif dari akuisisi ini terhadap kinerja keuangan SpaceX diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya, proses integrasi teknologi akan memakan waktu berbulan-bulan, ditambah dengan kondisi keuangan Cursor yang saat ini masih mencatatkan kerugian operasional meski telah mengantongi pendapatan berulang tahunan (ARR) sebesar 2 miliar dolar AS.
Untuk saat ini, pergerakan saham SpaceX diperkirakan masih akan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dari proyek-proyek utama mereka yang lain seperti layanan internet satelit Starlink dan perkembangan roket Starship. Valuasi saham SPCX sendiri saat ini tergolong sangat premium karena diperdagangkan lebih dari 820 kali lipat dari estimasi laba bersih perusahaan untuk tahun 2027 mendatang.