Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / Greg Abel Kuasai 30% Portofolio...
BERITA

Greg Abel Kuasai 30% Portofolio Berkshire di Dua Saham AI Utama

Greg Abel memimpin Berkshire Hathaway dan fokus berinvestasi pada saham AI Alphabet dan Apple

Greg Abel memimpin Berkshire Hathaway dan fokus berinvestasi pada saham AI Alphabet dan Apple

Jakarta - Konglomerat bisnis besutan legenda investor Warren Buffett, Berkshire Hathaway, kini resmi memasuki era baru di bawah kepemimpinan nakhoda anyar. Berdasarkan pantauan redaksi dari laporan keuangan terbaru, penerus Buffett, Greg Abel, bergerak cepat melakukan perombakan portofolio investasi perusahaan yang bernilai fantastis mencapai USD 343 miliar atau setara Rp 5.500 triliun lebih.

Setelah Warren Buffett resmi pensiun sebagai CEO pada 31 Desember tahun lalu, Greg Abel langsung mengambil alih kemudi dan menunjukkan taringnya. Menurut data pasar yang dihimpun tim redaksi, Abel tercatat telah melikuidasi seluruh kepemilikan Berkshire di 16 posisi saham berbeda, dan secara agresif mengalihkan dana jumbo tersebut untuk memborong saham induk Google, Alphabet.

Langkah strategis ini membuat portofolio Berkshire terkonsentrasi pada sektor teknologi masa depan. Jika akumulasi saham Alphabet tersebut digabungkan dengan kepemilikan terbesar Berkshire saat ini, yaitu Apple, maka Greg Abel tercatat menempatkan sekitar 30 persen dari total aset investasi Berkshire ke dalam dua saham yang menjadi fondasi utama pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Dari pantauan redaksi, Alphabet kini mencakup sekitar 9,1 persen dari keseluruhan aset yang diinvestasikan oleh Berkshire. Abel dinilai sangat agresif melakukan pembelian saham berkode GOOGL dan GOOG ini dalam enam bulan terakhir, termasuk komitment penempatan dana privat (private placement) senilai USD 10 miliar yang terbagi rata untuk saham Kelas A dan Kelas C.

Menurut para analis, Alphabet memikat hati manajemen baru karena memiliki "parit bisnis" (moat) yang sangat kuat dan berkelanjutan, sebuah kriteria yang selalu dipegang teguh sejak era Warren Buffett. Mesin pencari Google menguasai sekitar 91 persen lalu lintas pencarian internet global per Juni, ditambah dengan YouTube sebagai situs kedua yang paling banyak dikunjungi di dunia, memberikan kekuatan penetapan harga iklan yang luar biasa.

Di sisi lain, motor pertumbuhan utama Alphabet kini disokong oleh Google Cloud yang terintegrasi penuh dengan infrastruktur AI. Sejak Google Cloud menawarkan solusi generator AI dan model bahasa besar (LLM) kepada klien, pertumbuhan penjualan segmen bermargin tinggi ini melonjak drastis dari 28 persen pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 63 persen pada kuartal yang berakhir Maret tahun ini.

Sementara itu, saham Apple Inc. masih mendominasi dengan porsi mencapai 20,5 persen dari total aset investasi Berkshire. Meskipun Warren Buffett sempat melepas sekitar 75 persen saham Apple dalam sembilan kuartal sebelum masa pensiunnya dengan alasan efisiensi pajak, perusahaan pembuat iPhone ini tetap menjadi salah satu penopang utama portofolio investasi mereka.

Dalam surat pertamanya kepada pemegang saham, Greg Abel menegaskan bahwa Apple merupakan perusahaan dengan pertumbuhan majemuk yang layak dipertahankan untuk jangka panjang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Apple kini tengah bertransformasi di bawah arahan CEO Tim Cook, dari perusahaan perangkat keras murni menjadi perusahaan berbasis platform yang didorong oleh layanan langganan bermargin tinggi.

Langkah Apple dalam mengintegrasikan solusi AI, yang dikenal sebagai "Apple Intelligence" pada perangkat fisiknya sejak akhir tahun lalu, diproyeksikan akan meningkatkan loyalitas pengguna setia ekosistem iOS. Inovasi ini mempermudah pengguna dalam merangkum teks hingga memperluas kemampuan asisten virtual Siri, yang pada akhirnya memperkuat profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

// TOPICS
#berkshire_hathaway #greg_abel #warren_buffett #alphabet #apple #saham_ai #investasi #google_cloud #teknologi
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.