Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / AMD dan Intel Libas Nvidia di Paruh...
BERITA

AMD dan Intel Libas Nvidia di Paruh Pertama, Ini Prediksinya

Perbandingan performa saham cip teknologi antara Nvidia, AMD, dan Intel

Perbandingan performa saham cip teknologi antara Nvidia, AMD, dan Intel

Nvidia selama beberapa tahun terakhir telah menjadi saham pilihan utama di bidang kecerdasan buatan (AI). Sebagai perancang cip AI nomor satu di dunia, raksasa teknologi ini berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan yang memecahkan rekor dan membuktikan dirinya sebagai pemenang dalam tren AI. Pantauan redaksi menunjukkan antusiasme investor yang tinggi sempat mendorong saham ini melonjak hingga 900% selama lima tahun terakhir.

Namun, berdasarkan pengamatan tim redaksi, sebuah pergeseran dinamika pasar terjadi pada paruh pertama tahun ini. Banyak investor mulai melakukan rotasi modal keluar dari saham-saham AI yang sudah jenuh beli seperti Nvidia, lalu beralih ke saham cip lain yang belum mengalami kenaikan signifikan. Langkah ini berhasil membuat performa saham Advanced Micro Devices (AMD) dan Intel meroket tajam.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, saham AMD melesat 171% sedangkan Intel melonjak hingga 278%, pencapaian yang sukses melibas performa Nvidia. Di sisi lain, sang raksasa cip AI hanya mampu menguat tipis sebesar 7,2%, sebuah angka pertumbuhan yang tergolong sangat kecil bagi historis pergerakan saham Nvidia selama ini.

Sebelum tren pergeseran ini terjadi, Nvidia menjadi yang pertama memasarkan Graphics Processing Unit (GPU) khusus untuk kebutuhan AI, yang memperkuat dominasinya dalam pelatihan model kecerdasan buatan. Di sisi lain, Intel dan AMD secara tradisional merupakan pemimpin pasar Central Processing Unit (CPU). Berdasarkan data industri terbaru, Intel memimpin pasar dengan pangsa lebih dari 59%, sementara AMD terus membayangi dengan peningkatan pangsa pasar dari 17% pada 2016 menjadi 38% saat ini.

Meskipun sempat tertinggal di segmen GPU, Intel mulai menunjukkan sinyal kebangkitan yang direspons positif oleh pasar. Di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan, Intel menunjukkan progres finansial dengan kenaikan pendapatan sebesar 7% pada kuartal terakhir. Selain itu, langkah pemerintah Amerika Serikat yang mengambil 10% kepemilikan saham di Intel senilai US$ 10 miliar pada musim panas lalu turut memperkuat kepercayaan para pelaku pasar.

Menatap paruh kedua tahun ini, pengamat pasar memprediksi Nvidia akan kembali melampaui performa kedua pesaingnya tersebut. Alasan utamanya adalah target baru Nvidia untuk mendominasi pasar CPU pusat data bernilai US$ 200 miliar yang selama ini dikuasai Intel dan AMD. Melalui platform "Vera Rubin" yang dijadwalkan meluncur musim gugur ini, Nvidia siap merilis CPU mandiri pertamanya serta sebuah cip super komputer yang menggabungkan GPU dan CPU.

Menurut analisis internal perusahaan, Nvidia memproyeksikan penjualan CPU mandiri mampu mencapai angka US$ 20 billion pada tahun ini. Cip CPU memegang peranan krusial dalam menggerakkan "agentic AI", teknologi kecerdasan buatan tingkat lanjut yang dirancang untuk menyelesaikan masalah dunia nyata secara mandiri dan diprediksi menjadi motor pertumbuhan teknologi berikutnya.

Dari sisi valuasi, koreksi yang terjadi belakangan ini justru membuat saham Nvidia dinilai jauh lebih murah dengan rasio Forward PE di kisaran 22 kali. Sebaliknya, valuasi AMD dan Intel dianggap sudah terlalu mahal setelah reli besar-besaran di paruh pertama. Hal ini memicu prediksi kuat dari para analis bahwa Nvidia akan kembali melesat dan melibas balik AMD serta Intel di sisa tahun ini.

// TOPICS
#nvidia #amd #intel #saham_ai #cip_prosesor #teknologi #pasar_saham
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.