Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Rekomendasi 2 Saham AI Terbaik yang...
AI

Rekomendasi 2 Saham AI Terbaik yang Berpotensi Melonjak di Semester II-2026

Pergerakan grafik saham teknologi Nvidia dan Meta Platforms di bursa saham Wall Street AS

Pergerakan grafik saham teknologi Nvidia dan Meta Platforms di bursa saham Wall Street AS

Pasar saham Wall Street di Amerika Serikat sepanjang semester pertama tahun 2026 ini kembali didominasi oleh pergerakan impresif dari sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence "AI". Namun, pemenang terbesar kali ini bukan lagi nama-nama lama dari tahun sebelumnya. Dari pantauan redaksi, emiten di industri cip memori seperti Micron dan Sandisk justru berhasil mencatatkan keuntungan yang luar biasa di luar dugaan.

Selain itu, kisah kebangkitan di sektor cip prosesor seperti AMD dan Intel juga turut memberikan imbal hasil yang solid bagi para investor. Sebaliknya, saham-saham AI yang sempat menjadi primadona pada periode 2023 hingga 2025 justru menunjukkan kinerja yang cenderung lesu di awal tahun ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fenomena ini bisa menjadi sinyal awal dari perubahan rezim pasar atau sekadar refleksi bahwa investor mulai tertarik pada narasi baru di ekosistem AI.

Kendati demikian, perusahaan-perusahaan yang mendominasi dalam tiga tahun terakhir sebenarnya masih memiliki fundamental bisnis yang sangat sehat. Alasan utama penurunan performa saham mereka adalah karena saat ini tidak lagi diperdagangkan dengan harga premium seperti dulu. Memasuki paruh kedua tahun 2026, dua raksasa teknologi, yakni Nvidia dan Meta Platforms, dinilai menjadi pilihan investasi terbaik yang berpotensi besar untuk melonjak kembali.

Nvidia "NVDA" saat ini memang menyandang status sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia, namun pergerakan sahamnya dinilai belum mendapatkan apresiasi yang layak di Wall Street. Menurut analisis pasar, ada sedikit keraguan dari para pelaku modal untuk mendorong saham Nvidia melesat lebih tinggi. Padahal, jika melihat tingkat valuasi normalnya, harga saham produsen cip ini seharusnya bisa berada 50 persen lebih tinggi dari posisi saat ini.

Selama dua tahun terakhir, saham Nvidia rata-rata diperdagangkan pada angka 34 kali perkiraan laba mendatang "forward earnings". Sementara hari ini, rasionya berada di level 21,7 yang berarti hampir setara dengan rasio rata-rata indeks S&P 500. Angka ini sering kali membuat investor berspekulasi bahwa pertumbuhan Nvidia mulai melambat, namun data di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Untuk kuartal berikutnya, para analis Wall Street memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Nvidia akan mencapai 96 persen secara tahunan "year on year". Angka ini mencerminkan akselerasi yang lebih cepat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, kompetitornya yaitu AMD yang tumbuh lebih lambat justru diperdagangkan dengan rasio 73 kali perkiraan laba mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa Nvidia saat ini sedang mengalami salah harga alias terlalu murah "undervalued".

Sementara itu, Meta Platforms "META" mencatatkan rapor yang kurang menggembirakan dengan koreksi harga saham sekitar 12 persen sepanjang tahun ini. Padahal, dari segi kinerja bisnis, Meta mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 33 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Lonjakan ini didorong oleh pasar periklanan digital yang booming setelah Meta berhasil mengintegrasikan alat AI ke dalam platform iklan media sosial mereka.

Berdasarkan pantauan redaksi, kekhawatiran utama Wall Street terhadap Meta berpusat pada tingginya pengeluaran anggaran perusahaan untuk membangun infrastruktur AI. Meta dikategorikan sebagai salah satu dari empat raksasa "hyperscaler" AI bersama Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Bedanya, ketiga pesaing tersebut memiliki bisnis komputasi awan "cloud computing" komersial yang menghasilkan pendapatan langsung untuk menutup modal pembangunan pusat data.

Meta yang awalnya membangun pusat data murni demi kebutuhan internal kini mulai mengubah strategi. Pekan lalu, perusahaan mengumumkan rencana untuk menjual kelebihan kapasitas infrastruktur AI mereka kepada klien eksternal, yang langsung memicu sentimen positif di pasar. Saat ini, saham Meta dapat dikoleksi pada rasio yang sangat murah, yaitu 19,5 kali perkiraan laba mendatang, menjadikannya peluang investasi yang sangat menarik di sisa tahun 2026.

// TOPICS
#nvidia #meta_platforms #saham_ai #wall_street #investasi_teknologi #kecerdasan_buatan
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.