Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Jensen Huang Ungkap Hambatan Baru...
AI

Jensen Huang Ungkap Hambatan Baru AI, 3 Saham Ini Siap Diuntungkan

CEO Nvidia Jensen Huang dalam konferensi teknologi infrastruktur kecerdasan buatan

CEO Nvidia Jensen Huang dalam konferensi teknologi infrastruktur kecerdasan buatan

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus mengalami akselerasi yang luar biasa, namun tantangan baru kini mulai bermunculan di sektor infrastruktur. Menurut CEO Nvidia Jensen Huang, kapasitas teknologi "silicon photonics" yang dibutuhkan dunia saat ini jauh lebih besar daripada pasokan yang tersedia. Berdasarkan pantauan redaksi, Nvidia mulai mengalihkan fokus investasinya pada optimalisasi jaringan dan teknologi fotonika guna mengatasi hambatan kecepatan transfer data antar-saham dan server.

Dari pengamatan tim redaksi, penggunaan teknologi fotonika yang memanfaatkan cahaya untuk memindahkan data menjadi solusi krusial seiring tingginya ekspektasi pengguna terhadap kecepatan respons robot obrolan (chatbot) dan agen AI. Langkah strategis ini langsung mengarahkan sorotan pasar modal ke tiga perusahaan teknologi yang telah disuntik dana oleh Nvidia, yaitu Coherent, Lumentum Holdings, dan Nokia.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal terbaru, Coherent menjadi salah satu emiten yang paling diuntungkan setelah Nvidia mengumumkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS pada Maret lalu. Perjanjian strategis ini memberikan hak akses masa depan bagi Nvidia atas produk jaringan optik dan laser canggih milik Coherent. Sepanjang tahun ini, harga saham Coherent tercatat melonjak hingga 110 persen dan resmi bergabung dalam indeks S&P 500 pada 23 Maret.

Menurut data operasionalnya, pendapatan Coherent melonjak 27 persen menjadi 1,8 miliar dolar AS, dengan segmen pusat data dan komunikasi menyumbang kenaikan signifikan sebesar 41 persen. Meski demikian, pengamat pasar mengingatkan adanya risiko jika permintaan pusat data melambat, mengingat segmen ini menyumbang 75 persen dari total pendapatan perusahaan.

Perusahaan kedua yang ikut kecipratan dana segar adalah Lumentum Holdings yang juga menerima investasi senilai 2 miliar dolar AS dari Nvidia. Dari pantauan redaksi, total pendapatan Lumentum meningkat hampir dua kali lipat menjadi 808,4 milar dolar AS untuk periode yang berakhir 28 Maret, didorong pertumbuhan segmen komponen sebesar 77 persen dan segmen sistem sebesar 121 persen.

Saham Lumentum tercatat telah mendaki sekitar 130 persen tahun ini, dengan proyeksi pendapatan kuartal berjalan mencapai 960 juta hingga 1 miliar dolar AS. Namun, para analis menilai Lumentum menghadapi persaingan yang sangat ketat dari Coherent, ditambah dengan rasio "price-to-earnings" (P/E) ke depan sebesar 50 yang mencerminkan ekspektasi pasar yang sangat tinggi.

Sementara itu, Nokia menjadi emiten ketiga yang masuk dalam ekosistem infrastruktur AI Nvidia setelah keduanya sepakat bekerja sama sejak tahun 2025. Nvidia menanamkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS untuk menguasai 2,9 persen saham raksasa telekomunikasi tersebut. Melalui teknologi "silicon photonics" yang dikembangkannya, Nokia mengklaim mampu meningkatkan efisiensi daya dan memangkas biaya pemindahan data secara global.

Optimisme pasar terhadap transformasi Nokia menjadi penyedia infrastruktur AI sukses mendongkrak sahamnya lebih dari 100 persen sepanjang tahun 2026 berjalan. Manajemen Nokia melaporkan pendapatan dari operasional komputasi awan dan AI miliknya tumbuh 49 persen pada kuartal pertama 2026. Tantangan utama Nokia ke depan adalah membuktikan kemampuan eksekusinya agar tidak lagi dipandang sekadar sebagai perusahaan telekomunikasi warisan masa lalu.

// TOPICS
#nvidia #jensen_huang #kecerdasan_buatan #saham_ai #infrastruktur_teknologi #pasar_saham
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.