Saham Micron Technology (MU) mencatatkan lonjakan luar biasa sebesar 240% sejak awal tahun ini. Berdasarkan pantauan redaksi, kinerja memukau tersebut menempatkan Micron sebagai saham berkinerja terbaik kedua di indeks S&P 500, tepat di bawah pesaing utamanya, Sandisk, yang sukses meroket lebih dari 600% sepanjang tahun 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Para investor Micron baru-baru ini kembali mendapatkan angin segar setelah beberapa analis Wall Street terpantau menaikkan estimasi pendapatan masa depan perusahaan. Langkah ini diambil menyusul rilis laporan keuangan terbaru Micron yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah masifnya perkembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Menurut laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026 yang berakhir Mei lalu, total pendapatan Micron melonjak 345% menjadi USD 41,4 miliar. Hasil observasi tim redaksi menunjukkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya penjualan di segmen cloud dan pusat data, di mana harga NAND dan DRAM meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih non-GAAP melonjak lebih dari 1.200% menjadi USD 25,11 per saham.
Kabar paling menggembirakan datang dari CEO Micron, Sanjay Mehrotra, yang mengungkapkan bahwa perusahaan telah menandatangani 16 perjanjian multi-tahun dengan pelanggan. Kontrak ini mencakup komitmen mengikat untuk membeli volume cip tertentu. Kesepakatan seperti ini dinilai belum pernah terjadi sebelumnya di industri cip memori yang biasanya mengandalkan kontrak jangka pendek harian, sehingga memberikan kepastian arus kas yang lebih baik bagi Micron.
Sanjay Mehrotra juga menyampaikan kepada para analis bahwa produk AI fisik seperti mobil otonom dan robot akan menjaga permintaan cip memori tetap tinggi selama beberapa dekade ke depan. "Kami memperkirakan siklus permintaan memori yang berkelanjutan dan substansial selama beberapa dekade akan dimulai pada paruh kedua dekade ini," ujar Sanjay Mehrotra.
Sifat industri cip memori yang secara historis sangat siklikal kini mulai bergeser berkat adanya kontrak multi-tahun milik Micron yang mencakup batas harga bawah (floor prices). Dari pengamatan tim redaksi, mekanisme ini dapat meredam atau bahkan menghilangkan volatilitas harga di masa depan. Akibatnya, konsensus Wall Street kini menaikkan perkiraan laba Micron menjadi USD 155 per saham untuk tahun fiskal 2027, naik tajam dari perkiraan sebelumnya sebesar USD 98 per saham.
Sentimen positif ini semakin diperkuat oleh pernyataan CEO Nvidia, Jensen Huang. Dalam sebuah wawancara dengan para wartawan di Korea Selatan baru-baru ini, Jensen Huang menyatakan bahwa kelangkaan pasokan cip memori masih akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan akibat tingginya permintaan pasar.
"Seluruh rantai pasokan industri, mulai dari wafer, pengemasan, hingga silikon fotonik, semuanya berada dalam pasokan yang terbatas karena permintaan yang sangat tinggi. Kondisi ini akan terus bertahan selama beberapa tahun," kata Jensen Huang.
Berdasarkan situasi tersebut, kelangkaan pasokan yang berkepanjangan menjadi indikator kuat bagi pertumbuhan bisnis Micron ke depan. Meskipun tidak berarti industri ini sepenuhnya bebas dari siklus pasar, permintaan yang tetap kokoh memberikan peluang besar bagi Micron untuk terus membukukan kinerja keuangan yang solid dalam beberapa kuartal mendatang.