Raksasa teknologi Microsoft dilaporkan mulai memperketat kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) miliknya. Berdasarkan pantauan redaksi, langkah ini memaksa para pemimpin divisi teknologi informasi (IT) di berbagai perusahaan besar untuk memilih antara membayar biaya lisensi premium atau kehilangan integrasi AI langsung di dalam aplikasi produktivitas mereka.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sejak pertama kali diluncurkan pada November 2023, Microsoft 365 Copilot membawa berbagai fitur AI generatif ke dalam ekosistem kerja seperti Word, Outlook, Teams, dan Excel. Meskipun awalnya dinilai memiliki kemampuan yang terbatas dengan harga yang relatif mahal, integrasi platform ini terus mengalami peningkatan signifikan hingga berkembang dari chatbot sederhana menjadi kumpulan agen otonom yang mampu mengeksekusi tugas lintas aplikasi.
Menurut laporan terbaru, Microsoft kini membatasi akses ke Copilot Chat, yang merupakan versi freemium dari Microsoft 365 Copilot berbayar, khusus bagi pelanggan enterprise skala besar. Untuk organisasi yang memiliki lebih dari 2.000 pengguna, akses Copilot Chat bawaan di dalam Word, Excel, dan PowerPoint telah dihapus bagi mereka yang tidak memiliki lisensi premium.
Agar dapat mempertahankan integrasi tersebut, perusahaan besar kini diwajibkan membayar lisensi penuh Microsoft 365 Copilot sebesar 30 dolar AS per pengguna setiap bulannya. Pihak perusahaan menyatakan bahwa lisensi berbayar ini menawarkan akses prioritas yang menjamin waktu respons lebih cepat serta ketersediaan yang lebih konsisten dibandingkan dengan akses standar.
Dari pengamatan tim redaksi, kebijakan ini tidak berlaku sama untuk bisnis skala kecil di bawah 2.000 pengguna. Organisasi yang lebih kecil tersebut dilaporkan masih tetap dapat menikmati akses standar Copilot dari dalam aplikasi Office tanpa biaya tambahan, meskipun Microsoft memperingatkan adanya potensi respons yang lebih lambat pada jam sibuk.
Di sisi lain, persaingan AI di ranah produktivitas semakin memanas di Amerika Serikat. Google tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin harga dengan membenamkan fitur Gemini langsung ke hampir seluruh lini paket Google Workspace. Sementara itu, Salesforce memosisikan Slack sebagai sistem operasi agen cerdas yang mampu mengonfigurasi alur kerja kompleks lintas sistem.
Analis dari lembaga riset Gartner mengingatkan para pemimpin IT untuk tetap berhati-hati dalam mengevaluasi biaya dan efisiensi alat-alat baru ini. Langkah pengetatan yang dilakukan Microsoft ini diduga menjadi strategi untuk menjadikan fitur AI dasar sebagai komoditas umum, sekaligus mengunci fitur agen otonom bernilai tinggi hanya untuk pelanggan korporat dengan profil berbayar tertinggi.