Dua raksasa teknologi dunia, Microsoft dan Amazon, dilaporkan tengah mengucurkan dana hingga miliaran dolar demi merekrut dan menempatkan ribuan Forward Deployed Engineer (FDE). Langkah berani ini diprediksi bakal menantang dominasi perusahaan sistem integrator yang selama puluhan tahun menguasai proyek implementasi teknologi di sektor korporasi.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, maraknya program FDE ini dipicu oleh besarnya tekanan bagi organisasi untuk segera membuktikan nilai investasi dan laba atas investasi (ROI) dari adopsi kecerdasan buatan (AI). Melalui model ini, para ahli AI dari penyedia layanan akan melebur langsung ke dalam tim internal konsumen guna mempercepat proses pembuatan, kustomisasi, hingga peluncuran layanan kecerdasan buatan.
Menurut laporan berkala pekan ini, Microsoft resmi meluncurkan inisiatif senilai 2,5 miliar dolar AS yang dinamakan Microsoft Frontier Company. Sementara itu, Amazon Web Services (AWS) tidak mau kalah dengan mengumumkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS untuk memperkuat platform AWS FDE milik mereka sendiri.
Kedua proyek ambisius tersebut bertujuan mengintegrasikan ribuan teknisi andal ke lingkungan kerja klien. "Keahlian teknik AI perusahaan dengan pengetahuan industri yang mendalam sangat diperlukan untuk membangun sistem yang bertindak sebagai lingkaran perbaikan berkelanjutan," ujar Judson Althoff selaku CEO Microsoft Commercial Business dalam unggahan blog resminya.
Dari pengamatan tim redaksi, langkah serupa juga diambil oleh AWS. Menurut penjelasan dari Francessca Vasquez, VP of Frontier AI Engineering and Services di AWS, program mereka didesain untuk jangka panjang. "Berbeda dengan konsultasi tradisional yang menilai, merekomendasikan, dan memperlakukan setiap penerapan sebagai proyek mandiri, AWS FDE membangun untuk jangka panjang," tulisnya dalam sebuah artikel.
Kendati para raksasa teknologi ini mulai merambah bisnis konsultasi langsung, beberapa pengamat menilai pasar untuk perusahaan sistem integrator (SI) tradisional masih tetap terbuka lebar. Hal tersebut dikarenakan para sistem integrator memiliki keunggulan strategis dalam hal manajemen perubahan dan skalabilitas program yang jauh lebih luas lintas ekosistem.