Sebuah fenomena unik tengah terjadi di pasar keuangan global saat ini. Nvidia, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan paling berharga di dunia, kini diperdagangkan dengan valuasi yang lebih murah dibandingkan perusahaan minuman legendaris, Coca-Cola. Berdasarkan pengamatan tim redaksi terhadap indikator yang paling sering diandalkan investor untuk menilai keuntungan masa depan, Nvidia saat ini diperdagangkan sekitar 22 kali perkiraan laba masa depan (forward earnings), sementara Coca-Cola berada di angka sekitar 26 kali.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Perbedaan pergerakan saham ini terjadi dari dua arah yang berlawanan. Menurut data perdagangan terakhir, saham Coca-Cola ditutup pada rekor tertinggi setelah melonjak sekitar 20 persen sepanjang tahun 2026. Di sisi lain, saham Nvidia justru merosot sekitar 18 persen di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir, menyusul munculnya spekulasi dari para investor mengenai seberapa lama lonjakan belanja teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat terus bertahan.
Berdasarkan analisis rasio forward price-to-earnings (P/E), metrik ini mengukur harga saham saat ini sebagai kelipatan dari konsensus perkiraan laba per saham untuk 12 bulan ke depan. Nilai kelipatan Nvidia menyusut karena proyeksi pertumbuhan labanya melampaui harga sahamnya. Sebaliknya, angka kelipatan Coca-Cola merangkak naik seiring harga sahamnya yang melonjak melampaui pertumbuhan labanya yang cenderung stabil. Padahal dari sisi pertumbuhan riil, Nvidia mencatatkan kenaikan pendapatan kuartal pertama sebesar 85 persen secara tahunan menjadi 81,6 miliar dolar AS, jauh melampaui pertumbuhan Coca-Cola.
Dari pantauan redaksi, pasar jarang memberikan diskon harga tanpa alasan yang kuat. Nvidia saat ini tengah dihantui ketakutan spesifik dari para pelaku pasar, di mana investasi infrastruktur kecerdasan buatan dinilai bersifat siklikal dan diprediksi akan segera mencapai puncaknya. Jika perusahaan-perusahaan teknologi besar mulai memperlambat kapasitas komputasi mereka atau jika kompetisi pembuatan cip semakin ketat, pertumbuhan laba Nvidia dikhawatirkan dapat melambat secara drastis.
Menurut pandangan analis dalam laporan tersebut, situasi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan performa dari Nvidia saat ini sedang "dijual murah", sedangkan faktor keamanan investasi yang ditawarkan oleh Coca-Cola sedang dihargai sangat tinggi. Bagi para investor yang ingin menempatkan modal baru, risiko perlambatan Nvidia tampaknya sudah sepenuhnya diantisipasi oleh harga pasar saat ini, menjadikannya opsi yang menarik bagi pencari pertumbuhan aset.