Bersama dengan Nvidia, Broadcom kini menjadi salah satu pilar utama dalam industri saham berbasis kecerdasan buatan (AI) selama beberapa tahun terakhir. Produsen chip semikonduktor terkemuka untuk jaringan komunikasi ini baru saja melaporkan hasil kinerja keuangan yang luar biasa pada kuartal kedua fiskal mereka. Berdasarkan pantauan redaksi, total pendapatan perusahaan melonjak 48% secara tahunan (YoY) mencapai rekor baru sebesar 22,8 miliar dolar AS, sementara laba bersih naik 88% menjadi 9,3 billion dolar AS.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pendorong utama dari lonjakan pendapatan ini tidak lain adalah sektor AI. Pada kuartal yang berakhir 3 Mei tersebut, pendapatan semikonduktor dari sektor AI tumbuh 143% secara tahunan menjadi 10,8 miliar dolar AS, melampaui estimasi awal perusahaan. Menurut CEO Broadcom, Hock Tan, keuntungan besar dari lini AI ini didorong oleh meningkatnya permintaan pasar yang masif untuk akselerator AI kustom dan jaringan AI.
Lebih lanjut, Hock Tan memproyeksikan pendapatan semikonduktor dari AI akan meningkat lebih dari 48% secara kuartalan dan tumbuh 200% secara tahunan menjadi 16 miliar dolar AS pada kuartal ketiga fiskal. Namun, sebuah anomali terjadi di pasar saham ketika harga saham Broadcom justru merosot hingga 13% sehari setelah laporan pendapatan dirilis, dan terus menurun sekitar 22% dari titik puncaknya ke level 376 dolar AS per lembar saham.
Dari pengamatan tim redaksi, penurunan ini dipicu oleh sikap manajemen yang dinilai terlalu konservatif dalam menetapkan target masa depan, serta proyeksi penurunan margin kotor dari 77,1% menjadi 74% akibat tingginya penjualan chip AI bermargin lebih rendah. Namun, faktor paling krusial dari koreksi harga ini adalah aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor setelah saham Broadcom sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran 480 dolar AS per lembar saham.