Perusahaan teknologi di bawah naungan Lenovo, Motorola, secara perlahan namun pasti mulai menunjukkan taringnya di pasar ponsel global. Dari pantauan redaksi, merek yang dulunya sangat lekat dengan citra ponsel murah berkualitas lewat lini Moto G ini, kini bertransformasi menjadi lebih berani dan agresif dalam menantang dominasi para raksasa seperti Samsung.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam beberapa tahun terakhir, Motorola berhasil memperluas fokusnya dengan konsisten meluncurkan jajaran ponsel kelas menengah hingga flagship berkualitas tinggi. Salah satu produk unggulan mereka di tahun 2026, Motorola Signature, sukses menarik perhatian karena menawarkan profil yang sangat tipis dan desain stylish tanpa mengorbankan kualitas kamera. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, ponsel ini dibanderol dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan iPhone Air maupun Samsung Galaxy S25 Edge.
Tidak berhenti di situ, inovasi Motorola juga terlihat lewat peluncuran ponsel lipat Motorola Razr Fold. Mengusung konsep book-style yang taktil dan nyaman digenggam, perangkat ini menjadi alternatif yang sangat memikat. Meskipun dimensinya tidak setipis Galaxy Z Fold 7, namun aspek kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari dinilai jauh lebih unggul.
Alih-alih mengekor desain produk Apple layaknya kebanyakan produsen lain, Motorola memilih jalurnya sendiri. Menurut pengamatan jurnalis gadget senior Jon Mundy, jenama ini sukses membangun identitas visual yang kuat dengan memanfaatkan material alami yang hangat, tepian layar melengkung, serta pilihan warna unik yang bersertifikasi Pantone.
Agresivitas Motorola diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun dan menyongsong tahun 2027 mendatang. Kabar terbaru menyebutkan bahwa lini terbaru mereka, Motorola Edge 70 Max, saat ini tengah dipersiapkan. Berdasarkan data bersertifikasi dari Wireless Power Consortium (WPC), perangkat flagship ini dipastikan akan mengusung teknologi pengisian daya nirkabel magnetis Qi2 dengan kecepatan hingga 25W Qi 2.2.
Langkah strategis ini diprediksi akan merepotkan kompetitor utamanya di pasar Android. Saat ini, baru seri Google Pixel 10 yang mengadopsi teknologi magnetis serupa di ekosistem Android, sementara Samsung justru absen menyematkan dukungan Qi2 pada jajaran Galaxy S26 teranyarnya. Dengan lini produk yang semakin solid dan inovatif, Motorola kini menjadi ancaman nyata bagi pasar smartphone yang dinilai mulai stagnan.