Tanggal 16 Juli 2026 mendatang diprediksi akan menjadi momen krusial bagi para investor di berbagai sektor pasar saham global. Berdasarkan laporan dari fool.com, raksasa manufaktur semikonduktor asal Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), dijadwalkan akan merilis laporan keuangan terbarunya pada hari tersebut. Agenda ini diperkirakan bakal membawa dampak signifikan yang meluas, tidak hanya bagi pergerakan saham TSMC sendiri melainkan juga bagi deretan korporasi teknologi lainnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, TSMC memegang peran vital sebagai produsen cip utama bagi hampir seluruh perusahaan yang terlibat dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan bidang teknologi tingkat tinggi. Jika dalam laporan nanti TSMC memberikan sinyal peringatan bahwa permintaan cip global mengalami penurunan drastis, hal tersebut berpotensi memicu koreksi tajam pada saham-saham produsen unit komputasi, termasuk Nvidia. Sebaliknya, andai TSMC memaparkan kinerja positif disertai proyeksi bisnis yang terus bertumbuh, saham-saham sektor sejenis diperkirakan bakal mengalami reli penguatan.
Menurut sejumlah pengamat pasar, para pemegang saham Nvidia sejauh ini merasa kurang puas dengan performa saham perusahaan yang cenderung biasa-biasa saja sepanjang tahun 2026. Kendati demikian, jika TSMC berhasil membukukan laba yang kuat dan melampaui estimasi, momentum ini dinilai dapat menjadi salah satu katalis utama yang dibutuhkan oleh Nvidia untuk mendorong harga sahamnya bergerak ke zona hijau.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa TSMC merupakan tipe perusahaan yang jarang memberikan kejutan mendadak bagi pasar. Di saat mayoritas emiten publik baru membagikan data pendapatan pada laporan kuartalan, TSMC secara konsisten mengumumkan raihan omzet mereka setiap bulan. Merujuk pada data historis kuartal kedua, pendapatan TSMC melonjak masing-masing sebesar 17,5 persen pada April dan 30,1 persen pada Mei dalam mata uang Dolar Baru Taiwan.
Untuk keseluruhan performa di kuartal kedua tahun ini, para analis Wall Street memproeksikan adanya pertumbuhan pendapatan TSMC sebesar 35 persen, serta mematok target panduan pertumbuhan mencapai 40 persen untuk kuartal berikutnya. Apabila realisasi hasil dan panduan masa depan dari TSMC mampu melampaui ekspektasi tersebut, harga sahamnya diperkirakan akan melesat dan turut mengangkat nilai kapitalisasi pasar Nvidia.
Sepanjang tahun 2026 berjalan, saham Nvidia tercatat bergerak lambat dan sempat tertinggal dari indeks pasar yang lebih luas seperti S&P 500, walaupun dalam beberapa hari terakhir jarak tersebut mulai menipis. Padahal jika merujuk pada laporan keuangan internalnya, performa bisnis Nvidia terbilang sangat impresif dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 85 persen secara tahunan pada kuartal lalu, dan diproyeksikan meningkat hingga 96 persen pada kuartal depan.
Adanya keraguan dari para pelaku pasar untuk mengapresiasi saham Nvidia lebih tinggi dipicu oleh kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi pusat data bertenaga AI. Sentimen negatif ini terus membayangi pergerakan saham berkode NVDA tersebut. Namun, rilis laporan yang solid dan pernyataan optimistis dari manajemen Taiwan Semiconductor dipercaya akan mampu mengubah narasi pasar, sekaligus membuka peluang bagi saham Nvidia untuk melonjak hingga 50 persen menuju valuasi yang lebih adil.