Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / Jim Cramer Rekomendasikan Beli Saham...
AI

Jim Cramer Rekomendasikan Beli Saham AI Nvidia dan Meta Platforms

Jim Cramer menyarankan investor beli saham kecerdasan buatan Nvidia dan Meta Platforms di Wall Street

Jim Cramer menyarankan investor beli saham kecerdasan buatan Nvidia dan Meta Platforms di Wall Street

Tokoh investasi terkemuka sekaligus pembawa acara "Mad Money" di CNBC, Jim Cramer, baru-baru ini merekomendasikan para investor untuk membeli saham dua raksasa teknologi dunia, Nvidia dan Meta Platforms. Rekomendasi ini terbilang menarik perhatian publik mengingat performa luar biasa kedua saham tersebut yang masing-masing telah melonjak sebesar 1.300 persen dan 460 persen sejak Januari 2023. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, mayoritas analis di Wall Street juga menyetujui pandangan tersebut dan menilai harga saham keduanya saat ini masih tergolong murah (undervalued) jika dibandingkan dengan potensi pertumbuhannya.

Menurut laporan dari tim riset pasar global, keputusan Jim Cramer didasari oleh rekam jejaknya yang solid dalam dunia investasi, termasuk keberhasilannya mengelola hedge fund dengan imbal hasil tahunan mencapai 24 persen selama 14 tahun. Pihaknya melihat bahwa kebutuhan pasar yang masif terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi motor penggerak utama bagi kelangsungan bisnis jangka panjang kedua perusahaan raksasa asal Amerika Serikat tersebut.

Nvidia di bawah kepemimpinan CEO Jensen Huang terus mendominasi pasar berkat platform komputasi full-stack yang mengintegrasikan GPU dengan perangkat keras serta perangkat lunak pendukung AI. Keunggulan ini membuat sistem Nvidia menjadi pilihan yang paling efisien dari segi performa dan konsumsi daya bagi pusat data. Kendati muncul kekhawatiran dari para investor terkait ancaman kompetitor yang mulai mengembangkan akselerator AI internal, analis Brian Colello dari Morningstar membantah kekhawatiran tersebut. "Nvidia memiliki parit ekonomi yang luas berkat kepemimpinannya di sektor unit pemrosesan grafis, perangkat keras, perangkat lunak, dan alat jaringan yang dibutuhkan pasar AI yang tumbuh eksponensial," ungkap Brian Colello.

Berdasarkan pantauan redaksi, Jim Cramer juga menyatakan pandangan serupa minggu lalu dengan menegaskan bahwa pasar terlalu fokus pada persaingan dari hyperscaler seperti Amazon dan Alphabet. Akibatnya, banyak pihak mengabaikan fakta utama bahwa permintaan terhadap GPU Nvidia masih sangat masif hingga perusahaan kewalahan memenuhinya. Dengan proyeksi pertumbuhan laba yang disesuaikan dari Wall Street sebesar 56 persen per tahun hingga tahun fiskal Januari 2028, rasio valuasi Nvidia sebesar 36 kali laba saat ini dinilai terhitung sangat murah.

Di sisi lain, saham Meta Platforms juga menunjukkan prospek yang tidak kalah menjanjikan setelah mencatat kenaikan sebesar 12 persen sejak Jim Cramer pertama kali merekomendasikannya pada 16 Juni lalu. Optimisme terhadap induk perusahaan Facebook ini semakin menguat setelah Bloomberg mengungkapkan rencana Meta Platforms untuk meluncurkan bisnis komputasi awan (cloud computing) baru guna menyaingi dominasi Amazon, Microsoft, dan Alphabet.

Menurut laporan tersebut, Meta Platforms telah menggelontorkan investasi besar-besaran senilai total USD 111 miliar pada tahun 2024 dan 2025, serta diproyeksikan mencapai USD 135 billiar pada 2026 untuk membangun infrastruktur AI dan cip kustom. Guna memonetisasi aset berharga ini, Meta Platforms berencana menjual akses ke berbagai model AI serta kapasitas komputasi mentah mereka. Jim Cramer sangat mendukung strategi ini dan meyakini bahwa bisnis cloud Meta Platforms akan langsung mencetak keuntungan dengan cepat. Valuasi Meta Platforms saat ini berada pada angka 24 kali laba, yang dinilai sangat masuk akal mengingat perkiraan pertumbuhan laba tahunan sebesar 15 persen hingga 2027 mendatang.

// TOPICS
#jim_cramer #nvidia #meta_platforms #saham_ai #wall_street #investasi_saham #teknologi #kecerdasan_buatan
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.