MUMBAI -- Pencipta Linux, Linus Torvalds, membuat pengakuan mengejutkan dalam acara Open Source Summit India 2026. Berbincang bersama sahabatnya, Dirk Hohndel, Torvalds secara blak-blakan menyatakan bahwa dirinya kini tidak lagi memandang dirinya sebagai seorang programmer, melainkan sebagai seorang development lead.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari sesi diskusi tersebut, Torvalds menjelaskan bahwa pola kerjanya telah banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. "Mari kita jujur sepenuhnya. Saya hampir tidak pernah membaca kode lagi. Saya bukan seorang programmer, saya adalah seorang development lead," ujar Torvalds di hadapan para peserta konferensi.
Menurut Torvalds, dalam menjalankan perannya sehari-hari untuk memimpin proyek open source raksasa tersebut, ia hanya mengandalkan dua alat utama. "Git dan email adalah dua alat yang benar-benar saya gunakan. Saya menggunakan Google hanya untuk mencari informasi," ungkapnya. Dari pengamatan tim redaksi, kesederhanaan ini berbanding terbalik dengan maintainer lain yang mulai mengadopsi berbagai alat bantu baru, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Meskipun masih sesekali menulis patch kecil, Torvalds menegaskan bahwa kode tersebut sebatas saran yang belum diuji, dan ia menyerahkan komit sepenuhnya kepada para maintainer. Ia lebih fokus memahami gambaran besar melalui penjelasan dalam pull request, serta turun tangan langsung ketika terjadi konflik penggabungan kode (merge conflicts) yang rumit.
Selain membahas perannya, Torvalds juga menyoroti tren penggunaan bahasa Rust dan AI di lingkungan Linux. Dari pengamatan tim redaksi, ia mengingatkan agar tidak berlebihan dalam menilai kemampuan Rust, karena bahasa tersebut tidak bisa memperbaiki kesalahan logika. Terkait AI, Torvalds mengaku sempat kewalahan menghadapi tumpukan laporan bug palsu akibat halusinasi LLM, meskipun ia tetap mengapresiasi jika AI berhasil menemukan bug keamanan yang valid.
Diskusi panel yang berlangsung selama hampir setengah jam tersebut ditutup dengan cerita santai dari Torvalds yang baru pertama kali mengunjungi India. Sambil berseloroh, ia menceritakan bagaimana ia menggunakan AI untuk menyisipkan karakter Godzilla pada foto-foto perjalanannya yang dikirimkan kepada anak-anaknya.