Saham raksasa teknologi Nvidia (NVDA) mencatatkan kenaikan sebesar 12 persen sepanjang tahun berjalan ini, namun secara valuasi saham tersebut justru menjadi jauh lebih murah. Berdasarkan pantauan redaksi, fenomena unik ini terjadi karena pertumbuhan laba perusahaan yang melesat jauh lebih cepat daripada apresiasi harga sahamnya di pasar, sehingga menyajikan valuasi yang lebih menarik bagi para investor baru.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kondisi ini bukan berarti investor jangka panjang merugi, sebab performa saham Nvidia terpantau masih mampu mengungguli indeks S&P 500 sepanjang tahun 2026. Menurut analisis pasar, penurunan valuasi ini justru mengindikasikan bahwa saham Nvidia memiliki ruang untuk reli lebih tinggi lagi, terutama jika perusahaan mampu merilis laporan keuangan yang solid pada akhir Agustus mendatang.
Rasio forward P/E sendiri tidak hanya mengukur harga saham saat ini dengan pendapatan masa lalu, melainkan memperkirakan seberapa besar laba per saham (EPS) perusahaan akan tumbuh pada tahun depan. Metrik ini memproyeksikan rasio P/E masa depan dengan asumsi harga saham bergerak mendatar di tengah pertumbuhan laba yang diantisipasi.
Sebagai gambaran teknis, jika sebuah emiten memiliki harga saham sebesar 1.000 dolar AS dengan EPS 40 dolar AS, maka rasio P/E saat ini adalah 25. Namun, jika EPS tersebut diproyeksikan tumbuh 25 persen menjadi 50 dolar AS pada tahun depan, rasio forward P/E perusahaan akan turun menjadi 20. Jika pertumbuhan harga saham aktual berada di bawah perkiraan 25 persen tersebut, maka rasio forward P/E otomatis menurun meskipun harga sahamnya mengalami kenaikan.
Implementasi teori ini terlihat jelas pada kinerja Nvidia saat ini, di mana rasio forward P/E perusahaan melosot hingga ke angka 23,2. Padahal, dari hasil pengamatan tim redaksi terhadap data historis, metrik yang sama sempat menyentuh angka mendekati 40 pada akhir Juli 2025 lalu.
Penurunan tajam valuasi ini disebabkan oleh tingkat pertumbuhan laba bersih Nvidia yang melampaui keuntungan harga sahamnya. Pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, laba bersih Nvidia tercatat melonjak lebih dari tiga kali lipat secara tahunan (year on year), menciptakan jarak lebar yang menekan rasio forward P/E ke level yang lebih rendah.
Berdasarkan proyeksi manajemen Nvidia, tren pertumbuhan masif ini diperkirakan akan terus berlanjut. Perusahaan menargetkan pendapatan sebesar 91 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, yang mengimplikasikan pertumbuhan penjualan kuartalan lebih dari 10 persen serta mendongkrak proyeksi EPS di masa depan.
Meski investor tidak boleh hanya terpaku pada metrik pendapatan dan rasio finansial semata dalam menilai saham, keunggulan kompetitif (competitive moat) Nvidia yang sangat luas di industri cip AI krusial membuat saham ini tetap menjadi pilihan yang sangat menjanjikan.