Pasar saham teknologi dikejutkan oleh penurunan drastis harga saham International Business Machines (IBM). Berdasarkan laporan dari Motley Fool, nilai saham raksasa teknologi tersebut merosot tajam hingga lebih dari 25 persen secara mendadak pekan lalu setelah manajemen rilis pengumuman awal kinerja keuangan kuartal kedua.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data preliminary yang dirilis perusahaan, pendapatan IBM pada kuartal II tercatat sebesar $17,2 miliar. Angka tersebut meleset cukup jauh dari estimasi rata-rata analis Wall Street yang memproyeksikan pendapatan sebesar $17,86 miliar. Selain itu, laba per saham (EPS) yang disesuaikan tercatat sebesar $2,93, berada di bawah ekspektasi pasar sebesar $3,02.
Dari pantauan redaksi, pemicu utama aksi lepas saham secara masif oleh investor tidak hanya disebabkan oleh kegagalan meraih target kuartalan. Manajemen IBM mengungkapkan bahwa kelangkaan produk memori memberikan dampak negatif bagi kelangsungan bisnis perusahaan secara keseluruhan.
Berdasarkan analisis pasar, kekhawatiran terbesar para pemodal berakar pada pergeseran tren belanja konsumen. Pihak IBM menyebutkan bahwa para pelanggan kini mengalihkan porsi anggaran yang lebih besar untuk membeli server kecerdasan buatan (AI) dan memori dibandingkan membeli perangkat lunak serta produk mainframe IBM.
Meskipun valuasi saham IBM saat ini terhitung cukup murah pada kisaran 17 kali estimasi laba masa depan, tim redaksi mengamati adanya potensi koreksi susulan. Para analis diproyeksikan akan segera merombak target harga serta proyeksi kinerja perusahaan menyusul rilis laporan keuangan resmi kuartal kedua.