Era 1980-an membawa banyak hal yang masih menjadi bagian dari kehidupan kita saat ini. Kita melihat berbagai gaya musik mulai dari synth-pop hingga hair metal masuk ke arus utama, serta kebangkitan film blockbuster musim panas dan kemunculan CGI. Dekade ini menyaksikan segalanya menjadi lebih besar dan lebih eksperimental, termasuk beberapa film fiksi ilmiah yang bergerak di bawah radar. Hal yang sama juga terjadi pada televisi, dengan acara fiksi ilmiah yang sempat menghiasi layar kaca lalu lenyap begitu saja.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan sejarah televisi, kebangkitan efek khusus komputer dan disahkannya Cable Act pada tahun 1984 memicu eksperimentasi yang lebih luas di Amerika Serikat. Hal ini membuat sekitar 70 jaringan televisi menayangkan puluhan program fiksi ilmiah. Penonton saat itu disuguhi program legendaris seperti "Star Trek: The Next Generation" atau acara yang lebih eksperimental seperti "Alien Nation". Dari pantauan redaksi, banyaknya pilihan membuat penonton melewatkan beberapa permata tersembunyi yang kini sangat layak untuk dicoba.
Salah satu serial yang menarik adalah "Probe" yang tayang di bagian akhir dekade tersebut. Menurut catatan produksi, serial ini diciptakan oleh penulis Michael Wagner dan penulis fiksi ilmiah legendaris Isaac Asimov. Kisahnya berpusat pada seorang ilmuwan eksentrik yang menggunakan kecerdasan serta temuannya untuk memecahkan kejahatan aneh, alih-alih fokus menjalankan perusahaan ilmiah besarnya.
Serial "Probe" terasa seperti versi teknologi dari "The X-Files". Dirilis sebagai pengganti paruh musim pada tahun 1988, serial ini hanya bertahan selama dua bulan dengan total delapan episode. Meski tidak pernah dirilis dalam media fisik, seluruh episodenya kini telah diunggah ke YouTube. Tim redaksi mengamati bahwa banyak penggemar yang berkomentar bahwa acara ini berhasil membuat mereka tertarik pada dunia sains.
Selanjutnya ada "Captain Power and the Soldiers of the Future" yang dikenal karena mainan interaktifnya yang futuristik. Saat menonton acara ini melalui kaset VHS, penonton dapat menggunakan mainan pesawat ruang angkasa untuk berinteraksi langsung dengan layar televisi. Menembak bagian merah yang menyala pada musuh akan menghasilkan poin, sementara jika gagal, figur aksi di dalam kokpit akan melompat keluar sebagai tanda kekalahan.
Menurut pengamat industri hiburan, serial yang ditulis oleh J. Michael Straczynski ini tidak hanya mengandalkan gimmick. "Captain Power and the Soldiers of the Future" memiliki kedalaman cerita yang sangat dewasa untuk ukuran acara anak-anak, bahkan berani menampilkan kematian tragis dari karakter utamanya.
Komputer juga menjadi inspirasi utama dalam serial "Whiz Kids" yang dikembangkan oleh produser Philip DeGuere. Serial ini berkisah tentang remaja bernama Richie Adler yang merakit superkomputer dari suku cadang bekas dan menggunakannya untuk memecahkan misteri bersama teman-temannya. Acara ini sekilas mirip dengan versi teknologi modern dari Hardy Boys.
Berdasarkan laporan penayangannya, "Whiz Kids" hanya bertahan satu musim dan sempat menuai kontroversi sebelum rilis. Pengiklan dan kritikus sempat menolak penggambaran peretas komputer remaja yang dianggap memberikan contoh moral yang buruk. Tim redaksi melihat bahwa setelah dilakukan beberapa penyesuaian karakter dewasa, serial ini akhirnya tetap ditayangkan.
Sementara itu, "Photon" menjadi contoh sempurna dari media tahun 1980-an yang memadukan fiksi ilmiah, aksi, dan iklan mainan laser tag. Serial ini mengisahkan Christopher Jarvis yang direkrut oleh kekuatan antargalaksi untuk menjadi bagian dari Photon Warriors guna melawan kejahatan di luar angkasa.
Dari pantauan redaksi, serial "Photon" diproduksi di Amerika Serikat dan Jepang dengan melibatkan tim di balik serial Super Sentai. Walau kurang sukses secara komersial, format produksi hibrida ini kemudian diadaptasi dengan kesuksesan besar oleh Haim Saban dari Saban Entertainment dalam serial "Mighty Morphin Power Rangers" beberapa tahun kemudian.
Terakhir, tema penjelajahan waktu dihadirkan secara jenaka dalam serial "Voyagers!". Kisahnya berpusat pada Phineas Bogg, seorang anggota kelompok penjelajah waktu masa depan yang ceroboh dan terdampar di tahun 1982. Ia kehilangan buku panduan sejarahnya lalu bekerja sama dengan seorang anak laki-laki bernama Jeremy untuk memperbaiki kekeliruan dalam lini masa sejarah.
Menurut data rating saat itu, "Voyagers!" sebenarnya mendapat pujian dari kritikus dan meraih rating yang cukup baik di saluran NBC. Namun, serial ini dibatalkan demi program berita yang diharapkan bisa menantang acara "60 Minutes". Keputusan NBC ini bahkan sempat menjadi bahan ejekan dalam acara "Late Night with David Letterman" karena program penggantinya terbukti gagal total.