Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / ai / CEO Amazon Andy Jassy Buat Prediksi...
AI

CEO Amazon Andy Jassy Buat Prediksi Fantastis Capai USD 15 Triliun

CEO Amazon Andy Jassy membahas prediksi pertumbuhan triliun dolar untuk bisnis perusahaan

CEO Amazon Andy Jassy membahas prediksi pertumbuhan triliun dolar untuk bisnis perusahaan

Menurut pengamatan tim redaksi, Amazon (AMZN) kembali mencuri perhatian publik setelah sahamnya melonjak sekitar 18 persen pasca-laporan keuangan kuartal kedua yang cemerlang. Kenaikan tajam ini sempat membuat para investor khawatir bahwa mereka telah melewatkan momentum terbaik untuk masuk ke saham tersebut. Namun, sebuah pernyataan mengejutkan datang langsung dari Chief Executive Officer Amazon Andy Jassy yang memproyeksikan potensi pertumbuhan jauh lebih besar di masa depan.

Berdasarkan pantauan redaksi, lonjakan harga saham tersebut baru saja membawa kapitalisasi pasar Amazon melewati ambang batas USD 3 triliun. Meskipun demikian, Andy Jassy mengungkapkan visi jangka panjang yang jauh lebih ambisius dan berpotensi mendorong nilai perusahaan menembus angka USD 15 triliun. "Permintaan untuk infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan berada di luar perkiraan awal kami," ujar Andy Jassy dalam laporan terbarunya.

Bagi sebagian besar masyarakat awam, Amazon mungkin lebih dikenal sebagai raksasa e-commerce global. Akan tetapi, di mata para investor institusional, kekuatan utama perusahaan terletak pada lini bisnis komputasi awan yaitu Amazon Web Services. Divisi AWS menyumbang sebagian besar laba operasional Amazon, mencapai 60 persen pada kuartal kedua, dan menjadikannya motor penggerak paling vital bagi keberlanjutan bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Menurut analisis pasar, AWS saat ini berstatus sebagai penyedia layanan komputasi awan terbesar di dunia berkat keunggulan inovasi produk serta portofolio klien kelas kakap. Divisi ini juga menggandeng para pemimpin industri kecerdasan buatan terkemuka, termasuk Anthropic sebagai pengembang model AI generatif Claude. Tingginya kebutuhan pasar membuat belanja modal Amazon tahun ini diproyeksikan mencapai USD 220 miliar guna mendanai ekspansi pusat data secara besar-besaran.

Berdasarkan laporan finansial, divisi AWS sukses mencatatkan tingkat pertumbuhan luar biasa sebesar 37 persen, yang merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Andy Jassy menambahkan bahwa kapasitas komputasi yang ada saat ini dipastikan belum mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan sepanjang tahun 2026 hingga 2027. Bahkan, antrean permintaan untuk tahun 2028 mulai berdatangan lebih awal, memperkuat argumen di balik agresivitas belanja modal perusahaan.

Melalui ekspansi masif tersebut, Andy Jassy meyakini bahwa divisi AWS berpotensi menjelma menjadi bisnis dengan pendapatan tahunan mencapai USD 1 triliun di masa depan. Sebagai catatan, AWS baru saja menghasilkan pendapatan sekitar USD 150 miliar dalam dua belas bulan terakhir. Apabila target ambisius pendapatan dan margin operasional tersebut tercapai, hal ini diyakini mampu mendorong valuasi keseluruhan Amazon meroket menuju kisaran USD 15 triliun atau bahkan lebih tinggi.

// TOPICS
#amazon #andy_jassy #aws #saham_amazon #kecerdasan_buatan #teknologi #cloud_computing
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.