Krisis pasokan chip memori saat ini tengah memukul rantai pasok Apple, terutama dalam upaya mereka mengamankan komponen penting untuk lini ponsel cerdas iPhone 18 Pro mendatang. Menurut laporan jurnalis teknologi Tim Culpan, raksasa teknologi tersebut bersama para mitra perakitnya masih berjuang keras untuk mendapatkan kuantitas chip memori yang mencukupi guna mengantisipasi lonjakan permintaan awal.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, tantangan ini semakin diperparah oleh proses manufaktur baru dari TSMC di mana prosesor A20 dikemas bersama memori, yang menyebabkan penumpukan stok prosesor akibat keterlambatan pasokan chip memori. Kendala serupa juga mulai dirasakan oleh para pengguna komputer Mac di mana waktu pengiriman pesanan baru dilaporkan bergeser hingga bulan September mendatang.
Dampak dari kelangkaan memori yang didorong oleh gelombang kecerdasan buatan ini diprediksi tidak hanya berhenti pada perangkat buatan Apple saja. Mengingat skala pembelian komponen Apple merupakan salah satu yang terbesar di industri, para pengamat menilai bahwa produsen perangkat lain di seluruh dunia juga akan merasakan tekanan berat yang sama dalam waktu dekat.
Menurut analis senior Gartner Ranjit Atwal, lonjakan harga komponen penyimpanan serta memori diperkirakan dapat memicu kontraksi pengiriman perangkat global secara signifikan. Berdasarkan data riset yang ada, kenaikan harga ini berpotensi mengubah siklus peningkatan perangkat konsumen sekaligus mengancam eksistensi segmen komputer pribadi kelas entry-level dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, meskipun menghadapi tantangan pasokan yang ketat, Apple dinilai masih mampu mempertahankan pangsa pasar premium berkat margin keuntungan yang kuat. Kendati demikian, para analis industri memperkirakan bahwa kenaikan harga jual perangkat secara keseluruhan tidak dapat dihindari, yang pada akhirnya dapat memicu lonjakan harga hingga ratusan dolar saat lini produk baru dirilis.
Menurut pengamatan tim redaksi, apa yang menjadi tantangan berat bagi perusahaan sekelas Apple dapat berubah menjadi bencana eksistensial bagi para pemain industri yang berukuran lebih kecil. Sektor perangkat rumah pintar dan produsen elektronik lainnya kini dihadapkan pada dilema margin tipis di tengah kenaikan harga komponen yang diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.
Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi tingkat penjualan di tengah lonjakan harga, Apple dan beberapa produsen besar lainnya mulai memperluas program pembiayaan serta layanan sewa guna usaha. Meskipun skema tersebut dapat membantu konsumen untuk sementara waktu, tantangan jangka panjang berupa kenaikan harga dan perlambatan inovasi tetap menjadi bayang-bayang nyata bagi sektor teknologi global.