Amazon kembali mencetak sejarah baru di pasar keuangan global lewat laporan kinerja kuartal terbaru yang sukses membuat para investor terpukau. Berdasarkan pantauan redaksi dari data pasar, saham raksasa e-commerce dan teknologi tersebut langsung melonjak tajam sehari setelah pengumuman laporan keuangan dirilis.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analisis dari berbagai sumber keuangan terkemuka, divisi cloud computing Amazon Web Services (AWS) menjadi bintang utama di balik pencapaian gemilang ini. Divisi yang paling terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tersebut berhasil melampaui ekspektasi analis secara signifikan.
Berdasarkan data kuartal kedua, AWS mencatatkan pertumbuhan penjualan yang luar biasa sebesar 37 persen, jauh melampaui estimasi Wall Street yang sebelumnya mematok angka di kisaran 31 persen. Dari pengamatan tim redaksi, pencapaian ini menegaskan posisi AWS sebagai motor penggerak utama keuntungan perusahaan secara keseluruhan.
Secara finansial, AWS menyumbang laba operasional sebesar USD 16,6 miliar atau sekitar 60 persen dari total keseluruhan laba Amazon. "Pertumbuhan pesat ini baru permulaan dari potensi besar yang kami miliki di sektor komputasi awan dan infrastruktur digital," ujar perwakilan analis pasar menanggapi hasil kuartalan tersebut.
Untuk mendukung ekspansi bisnis yang masif ini, Amazon menggelontorkan belanja modal atau capital expenditures hingga USD 220 miliar tahun ini. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan secara strategis untuk membangun serta melengkapi pusat data demi mengantisipasi lonjakan permintaan kapasitas komputasi dari para klien.
Dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan secara keseluruhan mencapai 20 persen—yang merupakan salah satu yang tertinggi sejak era pandemi COVID-19—prospek jangka panjang Amazon dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan observasi pasar, tren positif ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan masifnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor industri.