Kinerja saham layanan streaming global, Netflix, mengalami penekanan signifikan setelah merilis pembaruan keuangan yang kurang memuaskan. Berdasarkan pantauan redaksi, saham Netflix tercatat merosot hingga 7 persen pada perdagangan Jumat lalu akibat proyeksi kinerja yang dinilai kurang menggairahkan oleh para investor.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analisis dari Wall Street, tekanan tersebut menambah tren negatif Netflix yang telah kehilangan hampir setengah dari nilainya sejak mencapai rekor tertinggi pada musim panas tahun lalu. Tercatat setidaknya 14 analis memangkas target harga saham perusahaan tersebut, sementara satu analis lainnya memberikan penurunan peringkat (downgrade).
Namun, di tengah gelombang pesimisme pasar, sebuah kejutan berbalik arah datang dari Phillip Securities. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, analis Helena Wang dari Phillip Securities justru mengambil langkah berbeda dengan menaikkan peringkat saham Netflix dari "accumulate" menjadi "buy".
Menurut Helena Wang, pihaknya tetap mempertahankan target harga saham Netflix di level $110. Dengan harga penutupan saham saat ini, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan (upside) hingga 60 persen dalam jangka pendek bagi para pemegang saham.
Berdasarkan laporan penelitian tersebut, pertumbuhan jumlah pelanggan Netflix dinilai tetap positif dan kuat. Para pengguna terbukti tidak terpengaruh oleh kenaikan harga langganan yang diberlakukan secara berkala, sementara keterlibatan pengguna (engagement) di platform tersebut terus menunjukkan tren yang kokoh.
Menurut analisis Wang, profitabilitas Netflix berpotensi mengalami percepatan seiring dengan perluasan opsi monetisasi berbasis iklan (ad-supported). Berbeda dengan layanan streaming pesaing yang baru mulai meraih keuntungan, Netflix terbukti konsisten mencetak laba sejak meluncurkan fitur streaming hampir dua dekade lalu.
Dari pantauan redaksi terhadap data valuasi pasar, saham Netflix kini diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 19 kali dari proyeksi laba tahun ini. Nilai ini terbilang sangat murah secara historis untuk ukuran perusahaan perintis industri streaming yang memiliki lebih dari 300 juta pelanggan berbayar di seluruh dunia.