Saham produsen semikonduktor ternama, Micron Technology, terpantau melonjak signifikan pada perdagangan hari Selasa. Dari pantauan redaksi, saham dengan kode emiten MU ini sempat melesat hingga 6,2% di awal perdagangan sebelum akhirnya stabil dengan kenaikan sebesar 3,6% pada pagi hari waktu setempat. Penguatan ini dipicu oleh sentimen positif dan proyeksi optimistis yang dirilis oleh analis Wall Street.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan terbaru dari analis KeyBanc, John Vinh, target harga untuk saham Micron Technology kini dinaikkan ke angka 1.750 dolar AS dengan tetap mempertahankan rekomendasi overweight atau beli. Target baru ini merepresentasikan potensi kenaikan hingga 87% jika dibandingkan dengan harga penutupan pada hari Senin sebelumnya.
Menurut hasil pengamatan tim redaksi terhadap laporan perjalanan dinasnya ke Asia, John Vinh melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi rantai pasok global dan kembali dengan pandangan yang sangat bullish. Ia menyebutkan bahwa permintaan pusat data sangat kuat, sementara harga untuk DRAM (Dynamic Random-Access Memory) serta NAND flash diproyeksikan akan tumbuh hingga dua digit persen hingga akhir tahun ini. Lebih lanjut, ia juga memperkirakan harga untuk HBM (High-Bandwidth Memory) berpotensi berlipat ganda dalam setahun ke depan.
Meskipun pasar saham sektor cip memori sempat mengalami koreksi dalam beberapa pekan terakhir, mayoritas analis Wall Street nyatanya tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Data menunjukkan bahwa dari 45 analis yang memberikan pandangan profesional mereka sepanjang bulan Juli ini, sebanyak 89% di antaranya merekomendasikan beli atau sangat beli untuk saham Micron Technology, dan tidak ada satu pun analis yang menyarankan untuk menjual saham tersebut.
Keyakinan pasar ini juga didukung oleh pernyataan internal manajemen perusahaan. CEO Micron Technology, Sanjay Mehrotra, mengungkapkan bahwa permintaan pasar untuk cip DRAM dan NAND saat ini terus melampaui kapasitas pasokan yang ada. "Kami memproyeksikan kondisi pasokan yang ketat ini akan terus berlanjut hingga melampaui tahun kalender 2027," jelas Sanjay Mehrotra dalam laporan kinerja keuangan terbarunya.
Langkah strategis perusahaan untuk mengikat para pelanggan dalam kontrak volume dan harga jangka panjang berdurasi tiga hingga lima tahun juga dinilai efektif. Pengamatan dari para analis menunjukkan bahwa skema ini berhasil meredam dampak siklus naik-turun industri semikonduktor yang biasanya sangat volatil, menjadikan valuasi saham Micron saat ini dinilai masih cukup murah bagi para investor.