Dari pantauan redaksi, banyak pengguna komputer sering kali menghabiskan waktu berharga hanya untuk mencari dokumen yang terselip di dalam folder yang berantakan. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan fitur bawaan yang sering diabaikan pada pengelola file, yaitu pelabelan atau file tagging.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan ulasan dari kontributor ZDNET, Jack Wallen, fitur tagging bekerja layaknya database relasional yang menghubungkan berbagai berkas berdasarkan kategori tertentu. Sebagai contoh, pengguna dapat menandai dokumen resep masakan, file audio berdasarkan genre, hingga dokumen kerja spesifik dengan label yang sama tanpa harus memindahkannya dari folder asli.
Menurut pengamatan tim redaksi, sistem operasi populer seperti macOS dari Apple, iOS, iPadOS, dan Windows dari Microsoft sudah mendukung penuh fitur pelabelan ini. Sementara itu, untuk ekosistem Linux, lingkungan desktop seperti KDE Plasma menyediakan dukungan tagging yang sangat mumpuni melalui pengelola file bawaan mereka yang bernama Dolphin.
Untuk menggunakan fitur ini di KDE Plasma, pengguna cukup klik kanan pada file yang diinginkan lalu memilih opsi "Edit tags". "Anda dapat memasukkan beberapa tag sekaligus yang dipisahkan dengan tanda koma agar prosesnya lebih cepat," tulis Jack Wallen dalam artikelnya.
Melalui implementasi yang konsisten, semua label yang telah dibuat akan muncul pada bilah samping kiri manajer file. Saat label tersebut diklik, sistem akan langsung menampilkan seluruh dokumen terkait secara instan sehingga pengguna tidak perlu lagi mencari secara manual di setiap direktori komputer.