Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / gadget / Kisah Pengguna Windows Pertama Kali...
GADGET

Kisah Pengguna Windows Pertama Kali Migrasi ke Linux Ubuntu

Tampilan sistem operasi Linux Ubuntu yang terpasang di laptop lama

Tampilan sistem operasi Linux Ubuntu yang terpasang di laptop lama

Keputusan Microsoft untuk menghentikan dukungan resmi pada Windows 10 telah memicu gelombang migrasi pengguna ke sistem operasi alternatif. Berdasarkan pantauan redaksi, meskipun raksasa teknologi tersebut melunakkan posisinya dengan menawarkan pembaruan berbayar hingga Oktober 2027, masa depan Windows 10 tetap akan berakhir. Sebagian pengguna memilih beralih ke Windows 11 atau menggunakan layanan pihak ketiga, namun ada tren yang berkembang di mana banyak orang mulai melirik Linux sebagai jalan keluar.

Menurut pengamatan tim redaksi dari data pasar desktop tahun 2025, Linux berhasil memecahkan rekor dengan melewati ambang batas 5 persen pangsa pasar global. Angka ini membuktikan bahwa sistem operasi yang dulunya dianggap hanya untuk para pemrogram dan administrator TI, kini mulai dilirik oleh pengguna awam sebagai alternatif yang sah di tengah dorongan Microsoft ke Windows 11.

Seorang jurnalis teknologi, Cesar Cadenas, membagikan pengalamannya saat mencoba memasang Ubuntu pada laptop lawasnya, Dell Latitude 5400. Dari pantauan redaksi, ia memilih Ubuntu karena reputasinya sebagai distribusi Linux yang paling ramah bagi pemula serta memiliki komunitas pendukung yang sangat besar.

Proses instalasi dimulai dengan mengunduh berkas ISO resmi dari situs Canonical dan mengubahnya menjadi media instalasi bootable menggunakan alat gratis bernama Rufus. Berdasarkan pengalamannya, proses pembuatan media bootable tersebut hanya memakan waktu delapan menit sebelum ia siap melakukan proses booting pada laptopnya.

Namun, kendala besar muncul saat laptop masuk ke menu GNU GRUB dan memilih opsi "Try or Install Ubuntu". Layar laptop justru menjadi hitam pekat tanpa aktivitas selama berjam-jam. Melalui observasi mendalam di forum diskusi internet dan Reddit, ia menemukan bahwa masalah tersebut bersumber dari ketidakcocokan pengaturan mode video kernel pada kartu grafis laptop Dell miliknya.

Masalah tersebut akhirnya berhasil diatasi berkat bantuan komunitas Linux melalui utas diskusi pada Desember 2024. Solusinya adalah dengan mengetikkan perintah "nomodeset acpi=off" pada menu bootloader GRUB. Perintah ini berfungsi untuk menghentikan kernel memuat driver video bawaan dan menonaktifkan fitur Advanced Configuration and Power Interface yang tidak kompatibel.

Setelah melewati fase instalasi, performa Ubuntu di laptop tua tersebut terbukti sangat memuaskan. Menurut pengakuannya, sistem operasi ini terasa sangat ringan, responsif, dan mampu membuka aplikasi dengan cepat tanpa hambatan. Tampilan antarmuka Ubuntu yang bersih juga membuatnya mudah beradaptasi hanya dalam hitungan menit meskipun ia adalah pengguna Windows seumur hidup.

"Ubuntu memberikan pengalaman yang jauh lebih mulus dan mudah didekati daripada yang saya bayangkan. Tugas sehari-hari seperti menjelajahi web dan memasang aplikasi terasa sangat intuitif," ujar Cesar Cadenas dalam artikelnya di ZDNET.

Meski belum siap menggantikan Windows 11 sepenuhnya di komputer utama untuk kebutuhan kerja dan kompatibilitas perangkat lunak, pengalaman ini telah mengubah pandangannya terhadap Linux. Dari pantauan redaksi, ia berencana untuk terus menggunakan Linux dan mempelajari seluk-beluknya lebih dalam di masa depan.

// TOPICS
#linux #ubuntu #windows_11 #sistem_operasi #laptop #teknologi #microsoft
Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.