Berdasarkan pantauan redaksi, saham perusahaan bioteknologi Argenx (ARGX) terus menunjukkan performa yang solid sepanjang tahun 2026. Meskipun sempat mengalami koreksi tipis, saham Argenx tercatat telah mengalami penguatan sekitar 14 persen secara year-to-date, dengan mayoritas keuntungan berhasil diraup dalam tiga bulan terakhir.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut konsensus para analis di Wall Street, Argenx masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas. Target harga rata-rata dalam 12 bulan ke depan mengindikasikan potensi kenaikan atau upside hingga 23 persen, yang membuat para investor institusional tetap optimis terhadap prospek jangka panjang emiten bioteknologi ini.
Momentum bisnis yang luar biasa kuat menjadi alasan utama di balik pandangan bullish dari para analis. Argenx dilaporkan telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan selama 18 kuartal berturut-turut, membuktikan stabilitas dan ekspansi operasional yang agresif di pasar global.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal kedua tahun 2026, penjualan bersih produk global Argenx melonjak hingga 60 persen secara year-on-year menjadi USD 1,5 miliar. Penjualan tersebut juga melompat 17 persen jika dibandingkan secara quarter-over-quarter.
Kesuksesan komersial ini sebagian besar didorong oleh waralaba Vyvgart milik Argenx, termasuk Vyvgart Hytrulo, yang efektif mengobati gangguan autoimun kronis seperti generalized myasthenia gravis (gMG) dan chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP).
Faktor terbesar di balik lonjakan pertumbuhan tersebut adalah keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang menyetujui perluasan label untuk Vyvgart dan Vyvgart Hytrulo pada Mei 2026. Persetujuan ini menjadikan terapi tersebut sebagai satu-satunya pengobatan yang disetujui untuk semua serotipe pasien dewasa dengan gMG.
Selain itu, pengobatan CIDP juga menjadi motor penggerak pertumbuhan yang krusial. "Vyvgart merupakan inovasi pertama dalam pengobatan CIDP selama tiga dekade terakhir," ungkap pengamat pasar menyoroti signifikansi terobosan medis tersebut di sektor kesehatan.
Analis juga mencatat bahwa Argenx memiliki sejumlah katalis potensial di masa mendatang yang dapat mendongkrak nilai sahamnya. Perusahaan sebelumnya telah melaporkan hasil positif dari studi Fase 3 yang mengevaluasi Vyvgart untuk ocular myasthenia gravis (oMG).
CEO Karen Massey dalam konferensi pers pendapatan kuartal kedua menyatakan, "Kami bergerak maju dengan urgensi tinggi pada pengajuan regulasi oMG." Mengingat belum ada terapi canggih yang disetujui untuk oMG, langkah ini dinilai sangat strategis.
Tidak hanya itu, hasil positif dari studi lanjutan Vyvgart Hytrulo dalam mengobati gangguan autoimun myositis turut meletakkan fondasi bagi pengajuan regulasi tambahan. Terapi ini dinilai sangat impresif dalam menangani immune-mediated necrotizing myopathy (IMNM) yang belum memiliki opsi pengobatan resmi.
Optimisme pasar turut tercermin dari penilaian para institusi keuangan global. Sebanyak 20 analis memberikan peringkat "beli" untuk saham Argenx, dengan beberapa di antaranya bahkan memproyeksikan kenaikan hingga di atas 45 persen dalam setahun ke depan.
Kendati demikian, pengamatan tim redaksi menunjukkan masih ada pandangan yang lebih berhati-hati dari sebagian kecil analis, seperti di Robert W. Baird yang merekomendasikan untuk menahan (hold) kepemilikan saham tersebut karena tingginya ketergantungan pada data klinis mendatang.
Secara keseluruhan, sebagian besar pelaku pasar sepakat bahwa valuasi Argenx masih tergolong wajar dan menarik jika dikomparasikan dengan tingkat pertumbuhan pendapatan serta prospek lini produk bioteknologi yang dimilikinya.