Istilah Magnificent Seven yang disematkan pada sekelompok saham raksasa teknologi baru berjalan selama tiga tahun sejak pertama kali dicetuskan oleh analis Bank of America, Michael Hartnett, pada 2023. Berdasarkan pantauan redaksi, kelompok yang terdiri dari Apple, Amazon, Alphabet, Meta Platforms, Microsoft, Nvidia, dan Tesla ini mulanya meroket berkat kinerja gemilang mereka pasca-pandemi COVID-19.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kendati demikian, dinamika pasar global terus bergeser dan persaingan semakin ketat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Menurut pengamatan tim redaksi, kondisi yang dulunya menjadi pendorong utama lonjakan harga saham tersebut kini tidak lagi sekuat dulu, sehingga memicu perdebatan mengenai status keunggulan mereka di Wall Street.
Amazon, yang sebelumnya mendulang sukses besar dari sektor e-commerce dan layanan komputasi awan Amazon Web Services, kini mulai menghadapi tekanan kompetitor. Berdasarkan data dari Synergy Research Group, dominasi platform awan milik Amazon perlahan tergerus oleh Alphabet dan Microsoft sejak mencapai puncaknya pada tahun 2022.
Sementara itu, raksasa software Microsoft juga tidak luput dari tantangan bisnis inti di tengah persaingan ketat kecerdasan buatan. Meskipun mencatatkan pendapatan kuartalan yang fantastis berkat layanan Azure, pertumbuhan pangsa pasar awan perusahaan ini terpantau stagnan di angka 20 persen menurut laporan lembaga riset yang sama.
Di sisi lain, produsen kendaraan listrik Tesla menghadapi jalan terjal setelah posisinya di pasar global mulai tersaingi oleh pabrikan asal Tiongkok, BYD. Berdasarkan laporan penjualan kuartal kedua, BYD berhasil melampaui angka pengiriman kendaraan listrik baterai global dibandingkan Tesla, memicu kekhawatiran investor terhadap valuasi premium perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Menanggapi kondisi pasar saat ini, para pengamat pasar menyimpulkan bahwa investor perlu lebih selektif dalam menilai prospek jangka panjang saham-saham teknologi raksasa tersebut. Berdasarkan analisis fundamental terkini, hanya sebagian dari kelompok Magnificent Seven yang dinilai masih memiliki fondasi kuat untuk mempertahankan predikat bergengsi tersebut di masa depan.