Aplikasi agen kecerdasan buatan (AI) terbaru besutan Meta, Muse, tengah mencuri perhatian industri teknologi global setelah berhasil meroket popularitasnya dan menggeser posisi ChatGPT sebagai aplikasi gratis teratas di Apple App Store. Berdasarkan pantauan redaksi, aplikasi yang ditenagai oleh model AI terbaru Muse Spark ini dirancang khusus sebagai asisten personal mandiri yang dapat membantu pengguna memesan liburan, mengatur jadwal, hingga berbelanja secara otonom.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Namun, kesuksesan instan tersebut tidak berjalan mulus tanpa hambatan berarti di ranah bisnis digital. Dari pengamatan tim redaksi, Amazon secara tegas langsung memblokir akses asisten AI milik Meta tersebut dari toko online mereka dengan alasan pelanggaran ketentuan penggunaan. Menurut pihak Amazon, Meta sama sekali tidak pernah meminta izin resmi untuk mengakses sistem mereka demi menjalankan fitur belanja otomatis bagi para pengguna.
Kendati demikian, Meta tidak tinggal diam dan memilih untuk menggandeng platform e-commerce Shopify guna memperkuat fitur belanja pada aplikasi Muse tersebut. Menurut CEO Palo Alto Networks, Nikesh Arora, fenomena ini menandai era baru di mana setiap aplikasi layanan dan perdagangan digital harus segera memutuskan kebijakan terbuka bagi agen konsumen agar tetap kompetitif.
Perselisihan antara Meta dan Amazon ini menyoroti perdebatan yang lebih besar mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali atas antarmuka belanja dan data pengguna digital. Menurut CEO LBZ Advisory sekaligus mantan Wakil Presiden Layanan Konsumen Microsoft, Liat Ben-Zur, dunia kini tengah bergerak menuju era baru di mana agen AI akan bertindak sebagai perwakilan resmi manusia secara online.
Selain persoalan akses e-commerce, isu privasi data juga menjadi sorotan utama mengingat aplikasi Muse memerlukan izin akses ke informasi sensitif pengguna seperti akun pribadi dan finansial. Di sisi lain, Meta menegaskan bahwa data login pengguna dijaga kerahasiaannya dan transaksi belanja online menggunakan nomor kartu sekali pakai demi melindungi keamanan privasi konsumen.