Indeks Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan awal pekan, didukung oleh lonjakan saham-saham di sektor kecerdasan buatan (AI) serta meredanya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dari level tertingginya. Berdasarkan pantauan redaksi, reli di bursa Wall Street ini juga dipicu oleh penurunan harga minyak mentah ke level terendah dalam 11 hari akibat spekulasi potensi terobosan dalam perundingan geopolitik Timur Tengah di sidang umum PBB pekan ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, saham-saham semikonduktor memimpin penguatan pasar dengan Intel yang meroket 12,2 persen dan Arm Holdings yang melompat 17 persen. Selain itu, Advanced Micro Devices (AMD) mencatatkan lonjakan sekitar 10 persen hingga berhasil menyentuh kapitalisasi pasar sebesar US$1 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan mereka.
"Kami telah diprogram untuk mengikuti harga minyak dan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Amerika Serikat. Jika Anda melihat kedua indikator tersebut hari ini, keduanya telah bergeser dari faktor penghambat menjadi pendorong bagi pasar, setidaknya dalam jangka pendek," ujar Art Hogan, selaku chief market strategist di B. Riley Wealth, seperti dikutip dari laporan pasar.
Di sisi lain, indeks S&P 500 turut mengalami penguatan sebesar 1,49 persen dan ditutup pada level 7.764,70 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,71 persen ke level 52.048,83 poin. Pengamat pasar mencatat bahwa valuasi S&P 500 sempat berada di bawah 19 kali estimasi pendapatan pada pekan lalu, yang merupakan posisi terendah sejak tahun 2023, dengan kontribusi terbesar datang dari emiten-emiten berbasis teknologi AI.