Pasar saham India kembali mencatatkan tren negatif setelah indeks utama Nifty 50 memperpanjang koreksinya hingga pekan ketujuh berturut-turut. Berdasarkan pantauan redaksi dari laporan Business Standard, pelemahan berkepanjangan ini menyamai rekor penurunan tujuh pekan yang pernah terjadi saat fase kejatuhan pasar akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan analisis pasar, tekanan terhadap ekuitas domestik diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah yang tetap tinggi serta kenaikan imbal hasil US Treasury yang signifikan. Situasi global ini turut memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi koreksi lanjutan yang lebih dalam pada sektor keuangan dalam waktu dekat.
Menurut pengamatan tim redaksi, kondisi tersebut juga diperburuk oleh lemahnya arus masuk modal asing serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat. Menteri Perminyakan India Hardeep Singh Puri menyatakan bahwa berbagai masalah yang melanda kawasan tersebut berisiko semakin memburuk dan berdampak langsung pada stabilitas energi.
Para analis menyarankan para investor untuk tetap berhati-hati dan bersiap menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi. Mengingat sentimen global yang belum stabil, pergerakan harga komoditas dan kebijakan bank sentral global akan menjadi fokus utama penentu arah pasar ke depan.