Berdasarkan pantauan redaksi, Space Exploration Technologies atau yang lebih dikenal sebagai SpaceX telah membuktikan kemampuannya yang luar biasa dalam memelopori pasar baru di industri luar angkasa, seperti internet satelit orbit rendah dan roket siap pakai yang hemat biaya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data dari Wall Street, lebih dari 25 analis saat ini memberikan peringkat beli untuk saham tersebut dengan konsensus target harga 12 bulan di angka $232, yang mencerminkan potensi kenaikan jangka pendek lebih dari 50 persen.
Di sisi lain, tidak sedikit pula analis yang mengambil sikap lebih hati-hati. Dari pantauan redaksi, terdapat dua analis yang memberikan peringkat jual dan lima analis lainnya menyarankan tahan, menunjukkan bahwa pandangan optimis tersebut tidak sepenuhnya tanpa perdebatan.
Berdasarkan analisis dari Morningstar, bahkan asumsi paling optimis sekalipun dalam berbagai segmen bisnis SpaceX masih sulit untuk membenarkan valuasi harga saham saat ini tanpa skenario keberhasilan yang ekstrem.
"Hanya skenario paling optimis, yang memerlukan Starship dapat digunakan kembali dengan cepat serta pusat data orbital yang kompetitif secara komersial, yang mendekati harga IPO," demikian kesimpulan dari firma riset tersebut.
Selain tantangan valuasi, perusahaan juga dihadapkan pada kebutuhan modal yang sangat besar untuk mendukung ekspansi bisnisnya di masa mendatang, termasuk pengembangan kecerdasan buatan dan pembangunan fasilitas pelabuhan antariksa baru.
Menurut pengamatan tim redaksi, masa depan SpaceX ke depannya tidak hanya bergantung pada eksekusi operasional yang sempurna di lapangan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan likuiditas dan sentimen pasar global.