Saham Lululemon Athletica yang sempat menjadi salah satu instrumen paling berkinerja tinggi di pasar kini mengalami penurunan drastis. Berdasarkan pantauan redaksi, saham perusahaan barang konsumsi diskresioner ini bahkan diperdagangkan 80 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada bulan Desember 2023 lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analisis pasar, valuasi saham Lululemon saat ini berada di tingkat yang sangat murah dengan rasio harga terhadap pendapatan atau P/E ratio di angka 8,3. Angka tersebut mencerminkan diskon sebesar 64 persen dibandingkan dengan indeks S&P 500, yang menunjukkan sentimen pesimistis yang mendalam dari para pelaku pasar keuangan global terhadap masa depan bisnis perusahaan tersebut.
Pertumbuhan penjualan Lululemon tercatat melambat secara dramatis setelah bertahun-tahun membukukan kenaikan pendapatan dua digit secara tahunan. Pada kuartal fiskal terbaru yang berakhir pada tanggal 2 Agustus, perusahaan bahkan melaporkan penurunan pendapatan yang langka sebesar 4 persen, sementara penjualan produk celana legging wanita yang menjadi andalan mereka anjlok hingga 20 persen.
Berdasarkan laporan keuangan dan estimasi konsensus analis, tantangan makroekonomi turut memperburuk situasi bisnis perusahaan ritel pakaian olahraga ini. Tingkat inflasi yang masih tinggi serta pengetatan kebijakan moneter global menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi pengeluaran konsumen pada produk-produk yang tidak pokok.
Meskipun menawarkan valuasi yang menarik bagi para investor nilai, para pengamat memperingatkan agar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Persaingan yang semakin ketat di industri pakaian premium menuntut Lululemon untuk segera mengembalikan inovasi produk sebagai inti dari strategi bisnis mereka demi merebut kembali pangsa pasar.