Berdasarkan pantauan redaksi, saham Sandisk (SNDK) kembali menjadi sorotan utama di bursa Wall Street setelah mencatatkan performa gemilang sebagai salah satu emiten paling diminati di indeks S&P 500. Aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham senilai USD 14 miliar atau sekitar Rp220 triliun diprediksi mampu memperpanjang tren positif reli harga saham perusahaan teknologi tersebut dalam waktu dekat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan keuangan fiskal kuartal keempat 2026 yang dirilis pada Agustus lalu, otorisasi buyback raksasa ini mendongkrak total sisa otorisasi pembelian kembali saham perusahaan hingga mencapai USD 15,5 miliar. Angka fantastis ini mencakup lebih dari 5 persen dari total kapitalisasi pasar Sandisk saat ini, yang secara langsung memberikan tekanan beli yang signifikan di pasar.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa aksi korporasi ini tidak hanya mengurangi jumlah saham beredar untuk mendongkrak harga secara artifisial, tetapi juga memberikan sinyal kuat mengenai kesehatan finansial perusahaan. Manajemen menegaskan bahwa "Langkah strategis ini mencerminkan komitmen kami dalam memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham di tengah ekspansi bisnis yang agresif".
Dari sudut pandang fundamental, lonjakan penjualan sebesar 51 persen secara kuartalan serta margin laba bersih yang mencapai 77 persen menempatkan Sandisk dalam jajaran korporasi elit dengan pertumbuhan yang sangat sehat. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tingginya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan global, termasuk lonjakan permintaan produk memori untuk mendukung aplikasi canggih seperti Microsoft Copilot dan Meta Muse.
Berdasarkan proyeksi lembaga riset Grand View Research, industri kecerdasan buatan diprediksi mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 30,6 persen hingga tahun 2033. Dengan kontrak kerja sama multitahun yang telah dikantongi bersama sejumlah pelanggan utama, para analis menilai bahwa program buyback ini hanyalah pelengkap dari fondasi bisnis inti Sandisk yang sudah sangat kuat.