Perusahaan patungan yang didukung oleh Reliance Industries Ltd dan British Petroleum, yaitu Jio-bp, secara resmi memberlakukan pembatasan penjualan solar sebesar 50 liter per pelanggan untuk setiap transaksi. Dari pantauan redaksi, langkah darurat ini terpaksa diambil menyusul eskalasi konflik di Asia Barat yang terus memicu disrupsi pasokan energi global serta mempertahankan harga minyak mentah di level yang tinggi.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan pembatasan tersebut juga mencakup batasan total penjualan solar harian maksimal 6.000 liter untuk masing-masing dari 2.000 SPBU miliknya yang tersebar di 21 negara bagian dan wilayah persatuan. Pembatasan ini secara langsung berdampak pada truk jarak jauh, bus, hingga sektor pertanian yang membutuhkan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar.
Sejumlah pengelola SPBU di wilayah Punjab melaporkan bahwa nosel pengisian bahan bakar otomatis berhenti pada batas 50 liter. "Ajp pun telah diarahkan untuk membatasi penjualan harian demi mengantisipasi lonjakan harga minyak global yang masih berfluktuasi tajam di kisaran 100 dolar Amerika Serikat per barel," ujar salah satu peritel energi di daerah tersebut.
Di sisi lain, perusahaan minyak milik negara di India belum menerapkan pembatasan serupa di jaringan distribusi mereka. Pemerintah India sendiri terus memantau ketat situasi pasokan energi domestik mengingat ketergantungan impor minyak mentah negara tersebut yang mencapai sekitar 90 persen dari total kebutuhan nasional.
Menanggapi situasi ini, pihak manajemen Jio-bp menyatakan bahwa seluruh SPBU mereka tetap beroperasi dan memiliki stok yang memadai untuk menjaga ketersediaan bahan bakar secara adil. Meskipun demikian, para analis energi memprediksi volatilitas pasokan global akan tetap menjadi tantangan utama bagi sektor transportasi dan industri dalam beberapa waktu ke depan.