Berdasarkan pantauan redaksi, industri teknologi global kembali mencatatkan perkembangan inovatif setelah startup kecerdasan buatan CuspAI berhasil mengamankan pendanaan segar sebesar USD450 juta. Putaran pendanaan tersebut sukses mendongkrak valuasi perusahaan hingga menyentuh angka USD2,6 miliar atau setara dengan kisaran Rp42 triliun dengan dukungan dari berbagai investor ternama.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan tim redaksi, pendanaan ini menarik perhatian luas karena melibatkan dana ventura pribadi milik pendiri Amazon yaitu Jeff Bezos, yakni Bezos Expeditions. Selain itu, raksasa produsen chip dunia seperti Nvidia dan Advanced Micro Devices turut bergabung sebagai mitra pengembangan bersama perusahaan induk Facebook, yakni Meta Platforms.
Berdasarkan laporan resmi perusahaan, CuspAI awalnya berfokus pada teknologi penangkapan karbon yang efisien serta proses penjernihan air yang lebih baik menggunakan material rancangan kecerdasan buatan. Namun, lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan secara global kini memicu kelangkaan pasokan bahan baku penting seperti galium, iridium, dan tantalum yang selama ini mendominasi komponen pembuatan chip mutakhir.
Menurut penjelasan dari berbagai sumber industri, platform kecerdasan buatan milik CuspAI hadir untuk mengatasi kendala tersebut dengan mengidentifikasi alternatif material secara virtual atau merancang cara untuk mensintesis bahan baru dalam waktu singkat. Terkait hal tersebut, Chairman dan CEO CuspAI menyatakan "Pekerjaan yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan jutaan dolar kini dapat diselesaikan dalam hitungan bulan dengan biaya yang jauh lebih efisien."
Di sisi lain, meskipun CuspAI saat ini belum melantai di bursa saham publik atau merencanakan penawaran umum perdana dalam waktu dekat, para analis menilai terobosan ini berpotensi membawa dampak besar bagi industri semikonduktor dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Pasar material sains berbasis kecerdasan buatan sendiri diprediksi akan terus bertumbuh pesat dengan rata-rata tahunan melampaui 24 persen hingga tahun 2030 mendatang.