Saham raksasa teknologi Microsoft Corp (MSFT) mencatatkan kenaikan yang signifikan sebesar hampir 22 persen pada pekan ini. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, lonjakan harga saham ini terjadi menyusul performa gemilang perusahaan yang didorong oleh pertumbuhan bisnis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, pendapatan kuartal keempat tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 30 Juni lalu melesat hingga 18 persen secara tahun ke tahun menjadi USD 90 miliar. Berdasarkan data resmi perusahaan, pertumbuhan impresif tersebut dipimpin oleh performa luar biasa dari platform infrastruktur cloud andalan mereka, Azure, yang mencatatkan lonjakan penjualan hingga 43 persen.
Chief Executive Officer Microsoft Satya Nadella menyatakan bahwa pendapatan tahunan Azure untuk pertama kalinya berhasil menembus angka USD 100 miliar pada tahun fiskal 2026. Menurut pengamatan tim redaksi, pencapaian ini menegaskan dominasi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dalam lanskap infrastruktur komputasi awan global.
Selain sektor cloud, divisi produktivitas dan proses bisnis Microsoft turut membukukan kinerja yang solid dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 14 persen menjadi USD 37.8 miliar pada kuartal keempat. CEO Satya Nadella menyoroti adopsi masif dari asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dalam aplikasi perkantoran populer seperti Word, Excel, dan Teams.
"Microsoft 365 Copilot berhasil mencatatkan lebih dari 30 juta pengguna berbayar, yang mencerminkan besarnya kepercayaan pelanggan kepada kami untuk mendukung transformasi kecerdasan buatan mereka," ujar Satya Nadella dalam keterangan resminya.
Di sisi lain, tingkat profitabilitas Microsoft tetap terjaga dengan sangat baik di tengah ekspansi teknologi yang masif. Laba bersih yang disesuaikan tercatat naik 22 persen menjadi USD 35.3 miliar atau USD 4.74 per saham, melampaui estimasi Wall Street yang sebelumnya memproyeksikan laba per saham di kisaran USD 4.24.
Para investor juga menyambut positif proyeksi keuangan perusahaan ke depan. Berdasarkan laporan manajemen, Microsoft diproyeksikan akan terus mencatatkan arus kas bebas yang positif pada tahun fiskal 2027, meskipun perusahaan harus meningkatkan investasi guna memenuhi lonjakan permintaan layanan kecerdasan buatan yang sangat tinggi.