Saham perusahaan semikonduktor ternama Arm Holdings mencatatkan lonjakan signifikan dalam sesi perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan redaksi, harga saham perusahaan tersebut sempat meroket tajam menjelang pembukaan pasar sebelum akhirnya berada di zona hijau, seiring dengan pemulihan pasar secara keseluruhan pasca aksi jual besar-besaran sehari sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang dirilis setelah penutupan pasar kemarin, Arm sukses membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi para analis Wall Street. Perusahaan mencatatkan laba bersih penyesuaian (non-GAAP) sebesar USD 0,45 per saham dengan total penjualan mencapai USD 1,29 miliar, mengalahkan estimasi konsensus yang masing-masing berada di angka USD 0,40 per saham dan USD 1,27 miliar.
Menurut manajemen perusahaan, pencapaian rekor ini sangat didorong oleh tingginya permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). "Permintaan yang kuat untuk teknologi AI menjadi katalis utama kesuksesan kinerja kami di kuartal ini," ungkap perwakilan perusahaan dalam laporan resminya.
Selain hasil kuartal yang gemilang, panduan keuangan (guidance) untuk kuartal berikutnya juga memberikan sentimen positif bagi para investor. Arm memproyeksikan pendapatan berada di kisaran USD 1,36 miliar hingga USD 1,4 miliar, melampaui rata-rata estimasi analis yang mematok angka USD 1,35 miliar.
Dari hasil observasi tim redaksi di bursa, sentimen positif ini turut diperkuat oleh aksi bargain hunting para investor yang kembali memborong saham setelah pasar mengalami koreksi akibat kekhawatiran risiko makroekonomi dan persaingan ketat. Saham-saham di sektor cip, termasuk Arm, memimpin pemulihan pasar dengan performa yang sangat impresif.