CEO SK Hynix Kwak Noh-Jung memperkirakan kelangkaan chip memori yang telah membawa perusahaan meraih rekor keuntungan dapat berlanjut setidaknya hingga tahun 2030. Pernyataan tersebut memberikan angin segar dan keyakinan bagi para investor untuk menanamkan modal besar pada saham produsen chip asal Korea Selatan ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, tren positif permintaan chip telah mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mendekati $1 triliun selama setahun terakhir. Kenaikan harga chip yang signifikan sebelumnya sempat memberikan imbal hasil saham hingga 500 persen bagi para pemegang sahamnya.
Namun, menurut pengamatan tim redaksi, pasar berpotensi mengalami perubahan dinamika seiring langkah agresif SK Hynix bersama para pesaingnya seperti Samsung dan Micron. Perusahaan-perusahaan ini tengah menggelontorkan dana ratusan miliar dolar AS untuk memperluas kapasitas pabrik serta memperbarui peralatan demi meningkatkan produksi wafer.
Laporan dari TrendForce menunjukkan bahwa kenaikan harga DRAM pada kuartal ketiga diperkirakan berada di kisaran 13 persen hingga 18 persen. Angka ini melambat drastis jika dibandingkan dengan lonjakan harga pada kuartal kedua yang mencapai sekitar 60 persen, menandakan bahwa puncak siklus pendapatan mulai mendekat.
Para analis memperkirakan pendapatan SK Hynix dan kompetitornya akan mencapai titik puncak pada kisaran tahun 2027 atau 2028. Oleh karena itu, para investor diimbau untuk lebih cermat dan mempertimbangkan opsi investasi lain dengan potensi pertumbuhan yang lebih terukur.