Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / Prediksi Saham Netflix Bakal...
BERITA

Prediksi Saham Netflix Bakal Melonjak Setelah 16 Juli 2026

Grafik pergerakan saham Netflix NFLX dan ilustrasi bisnis layanan streaming video

Grafik pergerakan saham Netflix NFLX dan ilustrasi bisnis layanan streaming video

Netflix merupakan operator platform streaming film dan acara televisi terbesar di dunia yang kini memiliki lebih dari 325 juta anggota berbayar. Meskipun demikian, saham perusahaan dengan kode NFLX ini terpantau sedang turun 46 persen dari level tertinggi sepanjang masa. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap lanskap persaingan yang semakin ketat serta mundurnya pendiri Netflix, Reed Hastings, dari jabatannya sebagai ketua dewan komisaris.

Namun, saat ini saham Netflix dinilai sedang diperdagangkan pada valuasi yang sangat menarik, terutama jika melihat pendapatan dan laba bersihnya yang kuat. Dari pantauan redaksi, Netflix dijadwalkan akan merilis hasil kinerja operasi untuk kuartal kedua tahun 2026 yang berakhir pada 30 Juni lalu. Laporan yang akan dirilis pada 16 Juli mendatang ini diyakini bakal menjadi katalis positif yang memicu pemulihan harga saham perusahaan.

Menurut analisis pasar, salah satu mesin pertumbuhan utama Netflix saat ini adalah paket langganan murah yang didukung oleh penayangan iklan. Guna mempertahankan posisinya di puncak industri streaming, Netflix berani mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi dan melisensikan konten. Selain itu, platform ini juga mulai berinvestasi besar-besaran pada program siaran langsung olahraga seperti tinju, Major League Baseball (MLB), World Wrestling Entertainment (WWE), dan National Football League (NFL) yang memiliki nilai slot iklan sangat premium.

Berdasarkan data operasional kuartal pertama 2026, paket dengan iklan menyumbang 60 persen dari total pendaftaran baru di negara-negara yang menyediakan layanan tersebut. Netflix juga berhasil mengakhiri kuartal pertama dengan menggandeng 4.000 mitra periklanan, atau melonjak 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Manajemen Netflix memproyeksikan pendapatan dari sektor iklan ini akan berlipat ganda menjadi $3 miliar dolar AS sepanjang tahun 2026.

Dari pantauan redaksi, tingkat profitabilitas yang tinggi ini membedakan Netflix dari perusahaan streaming kompetitor lainnya. Pada kuartal pertama, laba bersih Netflix melonjak hingga 86 persen secara tahunan menjadi $1,23 dolar AS per saham. Meskipun pertumbuhan pada kuartal kedua diperkirakan sedikit melambat karena adanya amortisasi biaya konten yang tinggi, valuasi saham NFLX saat ini dinilai sudah sangat murah.

Menurut data keuangan terbaru, rasio harga terhadap pendapatan atau Price to Earnings (P/E) rasio Netflix saat ini berada di angka 23,7 berdasarkan laba 12 bulan terakhir sebesar $3,10 dolar AS per saham. Angka ini jauh di bawah rata-rata P/E rasio lima tahunan Netflix yang mencapai 40,9. Nilai tersebut bahkan membuat saham Netflix lebih murah dibandingkan dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq-100 yang masing-masing diperdagangkan dengan rasio P/E 25 dan 34,1.

Berdasarkan estimasi rata-rata analis Wall Street untuk tahun 2027, forward P/E rasio Netflix tercatat hanya sebesar 19,1. Hal ini menunjukkan bahwa saham Netflix berpotensi melonjak hingga 79 persen pada akhir tahun depan hanya untuk menyamai rasio P/E indeks Nasdaq-100. Selama laporan keuangan kuartal kedua nanti menunjukkan momentum bisnis yang berkelanjutan, valuasi yang menarik ini diyakini akan meletakkan dasar bagi kenaikan saham yang signifikan ke depan.

// TOPICS
#netflix #saham_nflx #laporan_keuangan #pasar_saham_amerika_serikat #layanan_streaming #investasi_saham #nasdaq
Tim Jurnalis & Analis Teknologi

Redaksi Kabayan Tech terdiri dari jurnalis teknologi yang bersemangat, analis, dan kreator konten yang berdedikasi untuk menyajikan berita teknologi paling lengkap dan terpercaya. Dari berita terbaru gadget hingga analisis mendalam AI, serta laporan eksklusif dari dunia startup dan inovasi digital, kami siap melayani penggemar teknologi di seluruh Indonesia.