Produsen prosesor seluler Qualcomm resmi mengamankan kesepakatan besar untuk memasok chip kecerdasan buatan (AI) ke tiga perusahaan penyedia layanan skala besar (hyperscaler). Berdasarkan informasi resmi perusahaan, dua di antara mitra raksasa tersebut mencakup Microsoft dan Meta Platforms yang merupakan induk dari Facebook.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah strategis ini menandai ekspansi masif Qualcomm ke pasar data center AI yang selama ini didominasi oleh Nvidia. Dari pantauan redaksi, Qualcomm memproyeksikan pendapatan dari sektor data center akan menyentuh setidaknya 15 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2029, meningkat signifikan dibanding tahun fiskal 2025 yang mencatatkan total pendapatan sebesar 44,3 miliar dolar AS.
Kerja sama ini mencakup pemanfaatan CPU data center Dragonfly C1000 milik Qualcomm untuk memperkuat armada server generasi baru Meta. Menurut pernyataan resmi perusahaan, kolaborasi multigenerasi ini menggarisbawahi pentingnya komputasi berkinerja tinggi dan efisien daya dalam lingkungan infrastruktur berskala besar.
Sementara itu, platform cloud komputasi Microsoft Azure dijadwalkan bakal mengadopsi chip High-Bandwidth Compute (HBC) serta kartu akselerator Qualcomm AI200 dan AI250 mulai tahun depan. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa efisiensi daya dan biaya operasional yang lebih rendah menjadi alasan utama Meta dan Microsoft memilih arsitektur Qualcomm.
Berdasarkan data penelitian Precedence Research, pasar prosesor AI global diproyeksikan tumbuh dari sekitar 58 miliar dolar AS menjadi lebih dari 146 miliar dolar AS pada 2029. Dengan target tersebut, Qualcomm diperkirakan hanya perlu menguasai sekitar seperpuluh pasar untuk mencapai proyeksi bisnis data center miliknya.