Berdasarkan draf prospektus penawaran umum perdana atau IPO milik Anthropic yang dilaporkan oleh Reuters, perusahaan kecerdasan buatan tersebut berencana untuk menggelontorkan dana fantastis sebesar USD518 miliar atau setara dengan ribuan triliun rupiah untuk kewajiban cloud, komputasi, serta infrastruktur dalam beberapa tahun ke depan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, sebagian besar dana tersebut telah dialokasikan kepada sejumlah raksasa teknologi dunia, termasuk komitmen senilai lebih dari USD100 miliar yang dijanjikan kepada Amazon Web Services milik Amazon dalam kontrak jangka panjang selama sepuluh tahun ke depan.
Menurut laporan yang sama, komitmen kepada Amazon tersebut mencakup sekitar seperlima dari total keseluruhan anggaran belanja infrastruktur Anthropic, di mana sekitar USD110 miliar harus dibayarkan antara Mei 2026 hingga April 2036 tanpa memandang tingkat penggunaan aktual perusahaan.
Selain bermitra dengan Amazon, laboratorium kecerdasan buatan tersebut juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai penyedia layanan lain, seperti kesepakatan kapasitas 5 gigawatt dengan induk Google yaitu Alphabet bersama Broadcom, kapasitas Azure senilai USD30 miliar dari Microsoft, serta rencana pembangunan pusat data senilai USD50 miliar bersama Fluidstack di Texas dan New York.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa lonjakan biaya infrastruktur ini diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan Anthropic yang melesat sangat cepat, di mana pendapatan kuartal kedua dilaporkan melonjak drastis hingga melampaui USD11.5 miliar dan menepis kekhawatiran atas beban biaya operasional yang besar.