Berdasarkan pantauan redaksi, dominasi Nvidia sebagai penguasa pasar unit pemrosesan grafis atau GPU global kini mulai mendapatkan tantangan serius bukan dari sesama produsen chip seperti Advanced Micro Devices, melainkan dari raksasa e-commerce dan penyedia layanan komputasi awan asal Amerika Serikat, Amazon.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan keuangan terbaru, pendapatan tahunan dari lini chip khusus buatan Amazon telah menembus angka USD 25 miliar atau setara dengan ratusan triliun rupiah, didorong oleh pertumbuhan tiga digit pada chip pusat pemrosesan Graviton dan akselerator kecerdasan buatan Trainium.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa strategi Amazon berfokus pada penawaran chip berkualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih kompetitif untuk menarik pelanggan yang sadar biaya, bahkan CEO Andy Jassy sempat membuka peluang untuk mendirikan bisnis chip mandiri di masa mendatang.
Berdasarkan analisis pasar, kehadiran chip Graviton yang menawarkan performa harga hingga 30 persen lebih baik dibandingkan CPU konvensional diklaim mampu menekan biaya inferensi kecerdasan buatan, yang berpotensi menjadi ancaman bagi produk premium Nvidia.
Meskipun demikian, para analis menilai bahwa tingginya permintaan global terhadap infrastruktur kecerdasan buatan masih cukup besar untuk menopang pertumbuhan kedua belah pihak secara bersamaan tanpa harus saling mematikan dominasi pasar.