Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / ai / Saham Teknologi Mana Lebih Baik di...
AI

Saham Teknologi Mana Lebih Baik di 2026: AMAT atau TSM?

Ilustrasi perbandingan saham teknologi semikonduktor Applied Materials dan Taiwan Semiconductor Manufacturing

Ilustrasi perbandingan saham teknologi semikonduktor Applied Materials dan Taiwan Semiconductor Manufacturing

Berdasarkan laporan dari dunia industri semikonduktor, meningkatnya permintaan global terhadap cip berkinerja tinggi telah memicu perdebatan di kalangan investor mengenai pilihan investasi yang lebih menguntungkan antara perusahaan penyedia peralatan manufaktur dan perusahaan produsen cip itu sendiri.

Menurut pengamatan tim redaksi, Applied Materials berperan sebagai penyedia mesin khusus yang digunakan untuk membangun cip, sementara Taiwan Semiconductor Manufacturing atau yang dikenal sebagai TSM bertindak sebagai pabrik pengecoran utama bagi perancang cip paling canggih di dunia.

Berdasarkan data keuangan tahun 2025, Applied Materials mencatatkan pendapatan mendekati USD28 miliar dengan laba bersih hampir USD7 miliar, sementara Taiwan Semiconductor Manufacturing membukukan pendapatan sekitar USD121 miliar dengan laba bersih mencapai hampir USD54 miliar.

Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa TSM memiliki margin laba bersih yang jauh lebih tinggi, yakni sekitar 45 persen, dibandingkan dengan Applied Materials yang mencatatkan margin laba bersih di kisaran 25 persen pada periode yang sama.

Menurut analisis pasar, meskipun kedua perusahaan sama-sama menghadapi risiko geopolitik dan regulasi ekspor, TSM dinilai lebih menarik karena menawarkan valuasi laba masa depan yang lebih rendah dengan tingkat pertumbuhan yang jauh lebih cepat di tengah gelombang kecerdasan buatan.

// TOPICS
#applied_materials #taiwan_semiconductor_manufacturing #amat #tsm #semikonduktor #saham_teknologi #investasi #kecerdasan_buatan
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.