Memilih antara Figma dan Palantir Technologies menuntut ketelitian investor dalam menyeimbangkan antara ekspansi bisnis yang pesat dengan tingkat profitabilitas yang sudah teruji di pasar global.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, Figma menyediakan perangkat desain kolaboratif yang telah menjadi standar bagi berbagai tim produk di seluruh dunia dengan basis lebih dari 690.000 pelanggan berbayar. Di sisi lain, Palantir menawarkan platform integrasi data masif yang dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun korporasi besar dalam mengambil keputusan strategis.
Menurut laporan keuangan tahun fiskal 2025, Figma mencatatkan pendapatan mendekati USD 1,1 miliar atau tumbuh sekitar 41 persen dari tahun sebelumnya, meski masih membukukan kerugian bersih sekitar USD 1,3 miliar. Sementara itu, Palantir membukukan pendapatan sekitar USD 4,5 miliar dengan lonjakan tahun ke tahun mencapai 56,2 persen serta laba bersih mendekati USD 1,6 miliar.
Berdasarkan analisis risiko masing-masing perusahaan, Figma menghadapi persaingan ketat dari pemain lama seperti Adobe serta tantangan dari model penetapan harga berbasis kredit yang baru. Sebaliknya, Palantir harus mengelola siklus penjualan yang cenderung panjang serta ketergantungan pada sejumlah pelanggan besar yang memicu risiko konsentrasi.
Dari pantauan tim redaksi pada valuasi kedua saham, Palantir membawa valuasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Figma jika melihat metrik rasio harga terhadap pendapatan masa depan dan rasio harga terhadap penjualan. Kendati demikian, kinerja keuangan yang solid serta arus kas bebas yang besar membuat Palantir tetap menjadi pilihan menarik bagi investor jangka panjang.