Berdasarkan pantauan redaksi, pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat signifikan pada perdagangan hari Senin. Indeks Nasdaq Composite melonjak sebesar 2,26 persen ke level 27.122 dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru, sementara indeks S&P 500 naik 1,49 persen ke level 7.765, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,71 persen ke level 52.049.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan pasar, penurunan biaya minyak mentah turut memberikan sokongan bagi indeks yang didominasi oleh saham-saham teknologi, meskipun tekanan sempat dialami oleh komponen energi pada indeks Dow Jones. Di sisi lain, harga emas tercatat melemah 0,9 persen menjadi USD 4.340,51 menjelang penutupan pasar Amerika Serikat, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun turun tipis 0,04 persen ke posisi 4,96 persen.
Berdasarkan analisis pergerakan sektoral, saham-saham di bidang komunikasi dan teknologi memimpin daftar perolehan terbesar, sedangkan sektor energi dan material dasar mengalami pelemahan. Lonjakan signifikan dicetak oleh Advanced Micro Devices yang melesat hampir 10 persen hingga menyentuh kapitalisasi pasar senilai USD 1 triliun seiring tingginya permintaan semikonduktor.
Menurut pengamatan tim redaksi, lonjakan juga dialami oleh Meta Platforms yang melesat lebih dari 11 persen setelah agen kecerdasan buatan Muse AI mendudukkan posisi puncak unduhan di app store milik Apple, yang kemudian direspons oleh kenaikan target harga saham dari Wells Fargo.
Berdasarkan informasi pasar, reli saham semikonduktor ini didorong oleh optimisme terhadap perundingan keamanan kecerdasan buatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ekspektasi permintaan perangkat keras AI yang tinggi, serta meredanya harga minyak. Selain itu, saham-saham kripto seperti Coinbase Global dan Robinhood Markets turut mencatatkan penguatan seiring harga Bitcoin yang melampaui USD 87.000.
Menurut para analis dari Morgan Stanley, di balik optimisme pasar saat ini, investor tetap harus mewaspadai potensi turbulensi ke depan. Pihaknya memperingatkan bahwa indeks S&P 500 berisiko turun hingga 7 persen apabila harga energi kembali merangkak naik dan imbal hasil obligasi 10 tahun bertahan di kisaran 5 persen.