Banyak penyedia layanan streaming musik menjadikan audio beresolusi tinggi atau hi-res sebagai daya tarik utama mereka untuk memikat para penikmat musik.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, mengejar format audio 24-bit/192kHz tanpa melakukan pembenahan menyeluruh pada perangkat keras justru tidak akan memberikan perubahan kualitas suara yang signifikan.
Menurut pengalaman dalam pengujian sistem audio, setiap rantai perangkat mulai dari sumber suara, jenis koneksi, perangkat DAC, hingga pengeras suara memegang peran krusial dalam menentukan kejernihan audio.
"Every part of the audio chain matters, from the source to the connection, the DAC, and your speakers or headphones," ujar penguji audio dalam ulasannya mengenai optimalisasi perangkat pendengaran.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa penggunaan koneksi nirkabel seperti Bluetooth sering kali mengompresi sinyal audio, sehingga beralih ke koneksi kabel dan menggunakan DAC eksternal merupakan langkah awal yang jauh lebih efektif.
Selain itu, menonaktifkan berbagai fitur pemrosesan suara bawaan pada sistem operasi juga sangat disarankan agar detail asli dari sebuah rekaman lagu dapat terdengar secara utuh tanpa distorsi buatan.