Berdasarkan laporan terbaru dari sektor ketenagakerjaan Amerika Serikat, ekonomi hanya mencatatkan penambahan 29.000 pekerjaan pada September lalu, jauh di bawah proyeksi pasar yang berada di kisaran 90.000 pekerjaan. Selain itu, tingkat pengangguran juga mengalami kenaikan tipis menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,1 persen, sementara data pertumbuhan gaji bulan Agustus direvisi turun secara signifikan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, pelaku pasar merespons laporan data ekonomi yang lemah tersebut sebagai katalis positif bagi aset-aset berisiko tinggi. Indeks S&P 500 tercatat menguat sekitar 0,9 persen, sementara indeks Nasdaq melonjak kurang lebih 1,5 persen dan mendorong bursa saham berbasis teknologi tersebut mendekati level rekor tertingginya.
Menurut analisis dari pergerakan instrumen keuangan berjangka, peluang bank sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Oktober kini menyusut drastis di bawah 20 persen. Penurunan ekspektasi pengetatan moneter ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan global setelah sempat tertekan oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi.
Imbal hasil obligasi pemerintah Treasury Amerika Serikat langsung merespons dengan penurunan tajam, di mana tingkat imbal hasil tenor 10 tahun merosot ke kisaran 5,18 persen dan tenor dua tahun melemah ke posisi sekitar 4,72 persen. Penurunan yield ini secara langsung mengurangi tekanan jual yang sebelumnya sempat menghantam bursa saham akibat lonjakan biaya pinjaman.
Saham-saham di sektor teknologi keluar sebagai salah satu penerima manfaat terbesar berkat penurunan imbal hasil Treasury yang mengurangi tingkat diskonto atas proyeksi pendapatan masa depan. Indeks Nasdaq bergerak mendekati rekor penutupan baru di sekitar level 27.309, didorong oleh performa saham seperti Nvidia yang turut mendekati rekor tertingginya sejak bulan Mei.
Menurut pengamatan tim redaksi, dinamika pasar saat ini sangat mirip dengan reli yang terjadi pada indeks S&P 500 dan Nasdaq usai rilis data inflasi PCE yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Penurunan imbal hasil obligasi kembali menjadi motor utama penggerak saham-saham pertumbuhan di tengah ketidakpastian makroekonomi global.