Berdasarkan pantauan redaksi, bisnis pembayaran seluler asal Afrika, Airtel Money, resmi mematok harga saham perdana atau initial public offering (IPO) di angka 196p menjelang pencatatannya di Bursa Efek London. Langkah strategis ini menempatkan nilai kapitalisasi pasar perusahaan pada kisaran 5,3 miliar poundsterling atau sekitar 7 miliar dolar AS.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Angka penetapan harga tersebut tercatat berada di bawah ekspektasi awal pasar. Sebelumnya, perusahaan di bawah kendali Airtel Africa ini sempat membidik valuasi di kisaran 6 miliar hingga 6,7 miliar poundsterling serta berencana menggalang dana sekitar 600 juta poundsterling dari proses penawaran umum.
Menurut laporan keuangan perusahaan, aksi korporasi ini tidak akan menghimpun dana segar baru bagi operasional Airtel Money. Sebaliknya, proses penjualan saham dilakukan oleh para investor eksisting yang melepas sebagian kepemilikan mereka, sementara Airtel Africa dipastikan tetap bertindak sebagai pemegang saham mayoritas.
Chief Executive Airtel Money, Ian Ferrao, menyatakan bahwa ambisi besar perusahaan adalah menjadi penyedia layanan keuangan digital terdepan di kawasan Afrika. "Kami ingin menjadi Revolut of Africa," ujarnya dalam menggambarkan visi perbandingan dengan grup perbankan digital internasional yang telah berkembang pesat.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa perdagangan bersyarat untuk saham Airtel Money dijadwalkan mulai bergulir pada 9 Oktober, disusul perdagangan tanpa syarat pada 14 Oktober mendatang. Langkah pencatatan perdana ini sekaligus menjadi salah satu gelombang IPO terbesar di London sejak perusahaan fintech Wise melantai pada tahun 2021.